Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pengukuhan Gugus Depan Prasiaga Kelurahan, Pramuka Kwarcab Kota Kediri Beri Pembinaan sejak Usia Dini

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

16 - May - 2026, 10:26

Placeholder
Wali Kota Kediri saat memberikan bantuan ketahanan pangan.

JATIMTIMES – Gerakan Pramuka terus berinovasi dalam mencetak generasi muda berkarakter melalui sistem pembinaan yang berjenjang. Agar kegiatan kepanduan ini dapat menyentuh anak sejak usia dini secara efektif, diperlukan kolaborasi kuat di tingkat akar rumput. Untuk itu, Kwarcab Kota Kediri menggelar pengukuhan Gugus Depan Prasiaga Kelurahan yang digelar di Malang selama dua hari.

Agenda tersebut dihadiri dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Kwarcab Edy Herwiyanto, Kamabicab yang juga Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, dan Wakamabicab yang juga Wakil Wali Kota Kediri Qowimudin Toha ,Pj Sekda Endang Kartikawati. Tampak pula anggota dewan sebagai pembina pra siaga

Baca Juga : Mau Kurban Iduladha 2026? Ini Tips Memilih Sapi, Kambing, dan Domba Berkualitas

​Agus Suharyanto selaku kamabiran menegaskan bahwa ada tiga unsur penting yang saling bersinggungan dan menjadi ujung tombak keberhasilan pembinaan di lapangan. Ketiga unsur tersebut adalah Majelis Pembimbing Kecamatan (Mabiran), Majelis Pembimbing Kelurahan (Mabiran Kelurahan), dan Pembina Prasiaga TK/PAUD.

​"Tanpa dukungan yang solid dari ketiga lini ini, roda organisasi dan pengenalan nilai-nilai kepramukaan tidak akan berjalan optimal," ujar Agus saat memberikan keterangan.

​1. Mabiran: Penentu Kebijakan dan Fasilitator Ranting

​Majelis Pembimbing Kecamatan (Mabiran) memegang peranan strategis sebagai pengarah kebijakan pembinaan Pramuka di wilayah kecamatan. Secara ex-officio, jabatan ketua Mabiran dipegang oleh camat setempat. Tugas utamanya adalah memberikan bimbingan, bantuan moral, material, hingga fasilitas kepada kwartir ranting (kwarran) dan gugus depan (gudep).

​Peran Utama Mabiran:

​Arah kebijakan: Mengarahkan kebijakan pembinaan pramuka agar sesuai dengan kondisi dan potensi kecamatan.

​Fasilitator: Menyediakan dukungan anggaran, sarana, dan prasarana untuk kegiatan tingkat ranting. ​Jembatan birokrasi menjadi penghubung utama antara kwarran dengan pemerintah kecamatan, institusi pendidikan, serta masyarakat luas.

​2. Mabiran Kelurahan: Penggerak Potensi di Tingkat Tapak

​Satu tingkat di bawah kecamatan, terdapat Majelis Pembimbing Kelurahan (Mabiran Kelurahan) yang dipimpin langsung oleh lurah atau kepala desa. Unsur ini berfungsi memastikan program kerja pramuka mendarat dengan baik di lingkungan masyarakat dan sekolah dasar.

​Peran Utama Mabiran Kelurahan:

​Dukungan Gudep: Menyokong penuh gugus depan yang berpangkalan di SD/MI serta lingkungan warga.

​Solusi Administratif: Membantu penyelesaian izin kegiatan dan kendala birokrasi di tingkat lokal. Mobilisasi Massa: Menggerakkan potensi pemuda, karang taruna, dan tokoh masyarakat untuk menyukseskan agenda kepanduan.

​3. Pembina Prasiaga TK/PAUD: Pembentuk Karakter Fondasi

Baca Juga : MIN 2 Kota Malang Perluas Penggunaan IT Board di Kelas, Selaraskan Transformasi Madrasah Digital Kemenag

​Inovasi pengenalan pramuka kini dimulai sejak usia 4–7 tahun melalui golongan prasiaga di tingkat TK/PAUD. Pada fase ini, anak-anak memang belum dilantik secara resmi, namun mereka sudah mulai diakrabkan dengan nilai-nilai kepanduan lewat metode bermain sambil belajar.

​Di sinilah peran krusial pembina prasiaga, yang umumnya merupakan guru PAUD yang telah lulus kursus pembina pramuka mahir dasar (KMD) golongan siaga.

​Peran Utama Pembina Prasiaga:

​Edukasi Reflektif: Merancang permainan yang menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air.

​Pengenalan Simbol: Mengenalkan lagu, atribut, dan tata cara Pramuka secara sederhana dan menyenangkan.

​Transisi Karakter: Menyiapkan mental dan karakter anak sebelum mereka naik ke golongan siaga saat memasuki sekolah dasar (SD).

​Agus menekankan bahwa ketiga unsur ini tidak dapat berdiri sendiri. Jika Mabiran dan Mabiran Kelurahan absen dalam memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas, maka inovasi di tingkat bawah akan mandek. Sebaliknya, tanpa kompetensi pembina prasiaga, regenerasi pramuka yang berkualitas sejak usia dini tidak akan pernah terwujud.

​"Singkatnya, Mabiran yang mengatur arah kebijakan, Mabiran Kelurahan yang mengondisikan lapangan, dan pembina prasiaga yang memegang langsung anaknya. Sinergi inilah yang membuat Pramuka Kota Kediri tetap hidup dan relevan,"pungkas Agus.

Selain pembinaan usia dini, Mabiran Kecamatan Kota juga mempunyai progam menggerakan anak usia dini untuk belajar memilah sampah dan kedaulatan pangan dengan belajar menanam di lingkungannya, sehingga diharapkan akan menjadi kebiasaan baik dalam upaya mengurangi sampah dan mencapai ketahanan pangan.

​Melalui keselarasan kerja dari tingkat birokrasi kecamatan hingga ruang kelas PAUD, Gerakan Pramuka optimistis mampu mencetak generasi emas yang tangguh, mandiri, dan berkarakter sejak dini.

 


Topik

Pemerintahan Pramuka Kota Kediri gugus depan prasiaga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan