Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Keunggulan MTsN 1 Kota Malang Jadi Magnet, MTsN 2 Kota Palu Datang Belajar Tata Kelola dan Inovasi Madrasah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Aug - 2026, 16:07

Placeholder
Sivitas MTsN 1 Kota Malang berfoto bersama jajaran MTsN 2 Kota Palu (ist)

JATIMTIMES – Persaingan dunia pendidikan tidak lagi hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kemampuan lembaga membangun tata kelola yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Di tengah tuntutan tersebut, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu madrasah rujukan yang menjadi tujuan pembelajaran bagi institusi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengakuan itu kembali terlihat melalui kedatangan rombongan MTsN 2 Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang dipimpin langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I. Bersama Kepala MTsN 2 Kota Palu, Hj. Munira, S.Ag., serta jajaran pimpinan dan tenaga pendidik, mereka memilih MTsN 1 Kota Malang sebagai lokasi studi tiru untuk mempelajari berbagai sistem yang telah diterapkan dalam pengelolaan madrasah.

Baca Juga : Bupati Sanusi Soroti Sertifikasi Aset yang Baru 36,24 Persen, Minta Satgas Bergerak Cepat

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, MTsN 1 Kota Malang dikenal konsisten melakukan penguatan tata kelola kelembagaan, digitalisasi pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, hingga membangun budaya mutu yang melibatkan seluruh warga madrasah. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing madrasah.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., mengatakan bahwa meningkatnya kunjungan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa praktik baik yang dikembangkan madrasah memiliki nilai yang dapat direplikasi sesuai karakter masing-masing lembaga.

"Kami tidak pernah memandang inovasi sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai proses yang harus terus disempurnakan. Karena itu, ketika ada madrasah lain yang datang untuk berdiskusi dan belajar bersama, kami melihatnya sebagai kesempatan untuk saling memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Indonesia," ujarnya.

Menurut Erni, transformasi kelembagaan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan sarana fisik. Perubahan harus dibangun melalui budaya kerja, peningkatan kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi, serta sistem pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat.

Perspektif tersebut mendapat perhatian dari rombongan Kota Palu. Kepala Kemenag Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, menilai MTsN 1 Kota Malang telah menunjukkan bagaimana inovasi dapat diterjemahkan ke dalam sistem kerja yang terukur dan berdampak terhadap kualitas layanan pendidikan.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana budaya mutu itu dibangun. Bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga sistem manajemen, pengelolaan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga strategi membangun kepercayaan masyarakat. Pengalaman seperti ini menjadi referensi penting bagi pengembangan madrasah di daerah kami," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala MTsN 2 Kota Palu, Hj. Munira. Menurutnya, studi tiru tidak sekadar mencari contoh program yang berhasil, tetapi memahami proses yang melahirkan keberhasilan tersebut agar dapat diadaptasi sesuai kebutuhan lembaga.

Baca Juga : Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Edukasi Siswa SD di Kota Batu

"Setiap madrasah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, yang kami pelajari bukan hanya programnya, melainkan cara membangun sistem yang mampu menjaga kualitas secara berkelanjutan," ungkapnya.

Dalam proses berbagi pengalaman, pembahasan berkembang pada berbagai aspek strategis, mulai dari penguatan kurikulum, pembinaan karakter peserta didik, pengembangan kompetensi guru, pemanfaatan kelas digital, strategi kehumasan, hingga tata kelola administrasi berbasis layanan. Seluruh sistem tersebut menjadi bagian dari ekosistem mutu yang dibangun secara terpadu di MTsN 1 Kota Malang.

Rombongan juga meninjau secara langsung sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pusat Komputer (Puskom), perpustakaan, serta implementasi pembelajaran digital di kelas. Peninjauan tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan sarana di MTsN 1 Kota Malang berjalan seiring dengan penguatan sistem dan budaya kerja, sehingga menghasilkan layanan pendidikan yang lebih efektif.

Kunjungan dari Kota Palu menjadi indikator bahwa MTsN 1 Kota Malang tidak hanya berkembang sebagai lembaga pendidikan yang berprestasi, tetapi juga sebagai pusat berbagi praktik baik bagi madrasah lain. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan nasional, kemampuan menghadirkan inovasi yang dapat direplikasi menjadi nilai strategis yang semakin mengukuhkan posisi MTsN 1 Kota Malang sebagai salah satu madrasah rujukan di Indonesia.


Topik

Pendidikan MTsN 1 Kota Malang MTsN 2 Kota Palu Tata Kelola Inovasi Madrasah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan