Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Fakta-Fakta Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, Diduga Peras Bawahan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Jul - 2026, 20:27

Placeholder
Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/7/2026). Selain menangkap kepala daerah tersebut, penyidik juga mengamankan sejumlah aparatur sipil negara (ASN), pihak swasta, hingga menyita barang bukti berupa uang miliaran rupiah dan logam mulia.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut. "Benar," kata Fitroh, dikutip Antara, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga : Kurang dari 8 Jam, Polisi Ungkap Modus Curanmor Pesanan Penadah di Kota Malang, Residivis Ditangkap

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan Etik menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Setelah ditangkap, Etik langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Ditangkap di Rumah Dinas

Etik diamankan tim KPK pada Kamis sore di rumah dinas Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah.
Usai ditangkap, ia dibawa ke Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan awal yang berlangsung sekitar delapan jam hingga Jumat dini hari.

Dalam proses tersebut, tim penyidik juga terlihat membawa enam koper berwarna hijau ke Mapolresta Solo. Namun KPK belum menjelaskan isi koper tersebut.

Sekitar pukul 05.45 WIB, Etik diberangkatkan menuju Bandara Adi Soemarmo untuk diterbangkan ke Jakarta.

Saat meninggalkan Mapolresta Solo, Etik tampak mengenakan kemeja putih, rompi hitam, dan masker. Ia memilih bungkam saat dicecar pertanyaan wartawan terkait penangkapannya.

Bupati Sukoharjo itu tiba di Jakarta sekitar pukul 09.36 WIB dan langsung dibawa menuju Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Diduga Memeras Perangkat Daerah

KPK mengungkap operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan Etik terhadap bawahannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," ujar Budi Prasetyo.

Menurut Budi, penyidik masih mendalami konstruksi perkara dan belum mengumumkan secara resmi pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Sita Uang Miliaran hingga Logam Mulia

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara.

Baca Juga : Kasus KIP UNISLA Terbukti Ada Penyimpangan Miliyaran Rupiah, Pelapor Bantah Cabut Laporan

"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas, ada Dolar Australia, kemudian juga ada Dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran Rupiah," kata Budi. 

Barang bukti tersebut kini masih dihitung dan didalami penyidik sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.

Sembilan Orang Dibawa ke Jakarta

KPK mengungkap total sembilan orang diamankan dalam operasi tersebut. Mereka dibawa ke Jakarta dalam dua kloter.

Kloter pertama terdiri atas empat orang, yakni Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan tiga ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Sementara kloter kedua berisi lima orang, yakni tiga ASN dan dua pihak swasta. "Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo," ujar Budi.

Seluruh pihak masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

OTT ke-16 Sepanjang 2026

Operasi tangkap tangan terhadap Etik Suryani menjadi OTT ke-16 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Sebelumnya, KPK telah menggelar sejumlah operasi senyap yang menjerat kepala daerah maupun penyelenggara negara, di antaranya dugaan korupsi pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak, dugaan pemerasan terhadap perangkat desa yang menjerat Bupati Pati, dugaan fee proyek yang menyeret Wali Kota Madiun, kasus suap di Pengadilan Negeri Depok, dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea Cukai, hingga OTT terhadap sejumlah kepala daerah seperti Bupati Pekalongan, Bupati Tulungagung, Bupati Kuantan Singingi, Bupati Muara Enim, dan terbaru Bupati Langkat.


Topik

Peristiwa Fakta-Fakta Bupati Sukoharjo Etik Suryani KPK Pemerasan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa