JATIMTIMES - Provinsi Jawa Timur menjadi tempat favorit industri kendaraan listrik. Terbaru Grup Tianneng dari Tiongkok membuka pabrik di kawasan perbatasan Surabaya dan Sidoarjo.
Grup Tianneng menggelar upacara peresmian operasional basis produksi Indonesia sekaligus konferensi mitra di Surabaya, Kamis (25/6). Tema yang diangkat “Menciptakan Energi Masa Depan, Menggerakkan Indonesia Hijau – Bersama Mitra Mewujudkan Nilai Baru Energi Ramah Lingkungan.”
Perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia, serta tamu dari pemerintah dan industri turut hadir menyaksikan peresmian ini. Pada kesempatan ini juga Tianneng sekaligus menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Tri Mega Baterindo, Goda, U-winfly, GreenTech, dan Aima.
Mewakili Pemprov Jatim, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati menyampaikan apresiasinya atas investasi yang masuk ke Jatim ini. "Bahwa beroperasinya basis produksi Tianneng di Indonesia sangat selaras dengan agenda transformasi energi nasional Indonesia. Kehadiran fasilitas ini memberikan dorongan kuat bagi pengembangan transportasi listrik dan ekonomi hijau di daerah, sekaligus menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara keahlian global Tianneng dan mitra lokal berkualitas di Indonesia," ujarnya.
Menurut dia Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menyediakan layanan investasi yang transparan dan efisien serta berbagai insentif kebijakan guna memastikan proyek berjalan secara stabil. Sejumlah perjanjian kerja sama strategis yang ditandatangani diharapkan menjadi penggerak berkelanjutan bagi peningkatan industri energi di Indonesia dan Asia Tenggara.
Sementara itu Ketua Grup Tianneng, Zhang Tianren secara daring menyampaikan bahwa transformasi energi global bukan lagi sebuah pilihan, melainkan isu strategis yang menentukan masa depan industri. Selama empat dekade berfokus pada bidang energi baru, Tianneng telah membangun sistem teknologi yang beragam mencakup timbal-asam, lithium, hidrogen, natrium, serta baterai solid-state, didukung oleh jaringan manufaktur dan layanan global.
Sementara itu dipilihnya Surabaya sebab memiliki fondasi industri yang kuat dan keunggulan geografis yang memberikan lingkungan yang sangat mendukung bagi pengembangan usaha. Kehadiran Tianneng di Indonesia bukan hanya merupakan langkah nyata dalam mendukung Inisiatif Belt and Road, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam transformasi strategi global perusahaan dari sekadar “ekspor produk” menuju “integrasi kemampuan”.
Menurutnya, globalisasi yang sesungguhnya adalah menanamkan kapabilitas secara mendalam di pasar lokal. Tianneng berkomitmen menjadikan proyek di Indonesia sebagai contoh unggulan manufaktur hijau di luar negeri, membangun ekosistem industri bersama pemerintah, asosiasi, dan mitra, mengembangkan talenta lokal, serta memastikan teknologi dapat berakar dan nilai dapat dinikmati bersama.
Di tempat yang sama President of International Business Tianneng, Eric Xu menyampaikan dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi industri karena beberapa aspek. Setidaknya ada tiga point utama yang dianggap ideal.
"Untuk mengapa memutuskan membuat pabrik di Jawa Timur dan bukan di Sulawesi tentunya itu didasarkan dengan berbagai aspek yang menentukan pilihan ini," ujarnya
Yang pertama dari segi customer yang ada kebanyakan berasal di pulau Jawa. Kemudian alasan lainnya adalah perihal jangkauan transportasi yang lebih baik.
"Lalu partner pabrik kami juga ada di sini. Lokasi customer, logistik dan partner kami cenderung di Surabaya. Dan berdasarkan tiga aspek tadi Tianneng akan terus melebarkan sayapnya," lanjut dia.
Erix Xu juga percaya pada kondusifitas iklim industri di Indonesia. Meskipun belakangan ini muncul banyak demonstrasi. "Tetap memiliki kepercayaan terhadap Indonesia ke depannya lebih baik dan kondusif secara ekonomi," pungkas dia.
Indonesia memiliki populasi sekitar 280 juta jiwa dengan lebih dari 130 juta kendaraan bermotor ringan yang beroperasi. Seiring percepatan implementasi peta jalan pemerintah dalam program 1 konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik, rantai industri mobilitas listrik di Indonesia tengah memasuki peluang pertumbuhan yang signifikan.
Menyesuaikan dengan karakteristik iklim Asia Tenggara yang panas, lembap, berdebu, dan memiliki kadar garam tinggi, Tianneng menghadirkan berbagai solusi produk yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia. Pada sektor baterai timbal-asam, seri “Tianneng Durable Series” menawarkan peningkatan jarak tempuh sebesar 10% hingga 15% dibandingkan produk konvensional, serta meningkatkan umur siklus baterai sebesar 100% hingga 200% pada lingkungan bersuhu tinggi hingga 45°C.
Untuk produk baterai lithium, Tianneng menggunakan desain struktur dengan tingkat kedap yang tinggi sehingga mencapai standar perlindungan IP67, serta telah lulus pengujian ketahanan terhadap perendaman air secara ketat. Pada baterai solid-state, sel baterai Tianneng memiliki kepadatan energi hingga 350 Wh/kg, dengan jarak tempuh sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan produk berbasis lithium iron phosphate (LFP).
