Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pasca-Insiden Margorejo, Wali Kota Surabaya Minta Evaluasi Proyek Menyeluruh

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

14 - Jun - 2026, 11:31

Placeholder
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat takziah ke rumah korban.

 

 

JATIMTIMES - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada Edhy Parlyn di Jalan Kawatan 7, Bubutan, pada Sabtu (13/6/2026) malam. Edhy merupakan suami dari almarhumah Laila Endriati yang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan terperosok ke dalam lubang proyek saluran air. 

Kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plaza Marina, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 19.55 WIB.

Baca Juga : 6 Anime Comeback Paling Dinantikan di Paruh Kedua 2026, Bleach hingga Black Clover

Dalam kunjungannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar hilangnya nyawa seorang warga, melainkan duka keluarga. Almarhumah Endri diketahui ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menceritakan, dirinya baru mengetahui kabar duka itu pada Sabtu pagi pasca-kepulangannya dari ibadah haji. Mengingat statusnya yang masih dalam masa cuti, ia sempat terkejut saat perwakilan keluarga mengabarkan berita duka tersebut. 

“Kampung Kawatan ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya lahir di sini, yang ikut membesarkan saya, ya Mbak Endri dan Cak Sera. Makanya tadi pagi saya minta izin ke keluarga untuk datang malam hari setelah salat Isya, agar bisa ikut tahlilan sekaligus silaturahmi lebih lama, bukan sekadar bersalaman lalu pulang," ujar Wali Kota Eri, usai takziah. 

 Eri juga sempat berbincang dengan keluarga mengenai kronologi kejadian. Diketahui, di lokasi proyek sebenarnya sudah dipasang pembatas (barrier). Namun, posisinya tidak rapat sehingga menyisakan celah di bagian tengah. Celah itulah yang tidak sengaja dimasuki oleh sepeda motor korban saat berkendara di malam hari.

Akibat insiden ini, Eri menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan keteledoran. Ia akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait penerapan SOP pengamanan proyek untuk memastikan apakah sudah dijalankan dengan baik atau tidak.

“Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas. Karena kemarin saya cuti, saya tidak bisa memberikan teguran. Tapi hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya berikan teguran keras. Saya akan lihat dokumen rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” ujar Eri. 

Baca Juga : Anggaran BBM Tak Cukup Imbas Pertamax Naik, Pemkot Malang Kaji Sewa Mobil Listrik untuk Tekan Beban Operasional

Eri bahkan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian fatal dari jajaran internal Pemkot Surabaya.

“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya, saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang bertanggungjawab, apakah pimpinan proyek (pimpro) atau kepala dinasnya,” tambahnya.

Ia meluruskan bahwa ketegasan ini diambil bukan semata-mata karena korban masih saudara, melainkan demi keselamatan seluruh warga Kota Pahlawan. “Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Eri juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada suami korban dan seluruh keluarga besar di Kawatan. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang kembali. 

Untuk mencegah kejadian serupa, Eri meminta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk melaporkan proyek-proyek pemkot yang dinilai membahayakan atau minim rambu penanda.

“Saya mohon bantuan warga kota. Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban, bukan bergerak setelah ada kejadian,” pungkas Eri. 


Topik

Peristiwa Surabaya Pemkot Surabaya Wali Kota Eri Cahyadi proyek Margorejo warga meninggal kecelakaan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa