Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Membanggakan! Mahasiswa Unisma, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Jun - 2026, 16:26

Placeholder
Maulayya Shalwaa Alfajry Kia Mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA. (Foto: UNISMA for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Usianya baru 19 tahun. Namun, Maulayya Shalwaa Alfajry Kia telah mendapat kesempatan berbicara di hadapan peserta internasional dari berbagai negara Asia Tenggara dalam ajang International Conference Santri Mendunia 2026.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (Unisma) itu menjadi salah satu delegasi terpilih setelah berhasil melewati serangkaian seleksi ketat yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Konferensi yang berlangsung pada 6-12 Mei 2026 tersebut digelar di tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Baca Juga : Persikoba Kota Batu Awali Liga 4 Piala Presiden dengan Kemenangan, TS Saiburai Lampung Tumbang 2-0

Ajang tahunan itu mempertemukan kalangan santri, akademisi, tokoh pemuda, hingga praktisi pendidikan Islam untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari pendidikan pesantren, literasi digital, kepemimpinan pemuda, hingga tantangan global yang dihadapi generasi muda Muslim.

Bagi Shalwaa, kesempatan tersebut bukan sekadar mengikuti konferensi internasional. Ia membawa gagasan tentang bagaimana sistem pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang siap berkompetisi di tingkat global tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Dalam sesi presentasi ilmiah, pemegang gelar Duta Maritim Indonesia itu memaparkan karya berjudul Transforming Global Education Through the Values of Pesantren Boarding Systems: Santri As Global Citizens and Ambassadors of Moderate Islam.

a

Melalui gagasan tersebut, Shalwaa menjelaskan bahwa pesantren selama ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral, toleransi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia.

“Secara khusus, saya menyampaikan materi berjudul ‘Transforming Global Education Through the Values of Pesantren Boarding Systems: Santri As Global Citizens and Ambassadors of Moderate Islam’, menyoroti bagaimana pemuda bisa menjadi global citizens sekaligus sebagai representasi Islam moderat yang membawa nilai toleransi, keseimbangan, dan pesan perdamaian ke ruang internasional,” kata Shalwaa.

Perjalanan menuju forum internasional tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum dinyatakan lolos, Shalwaa harus melewati tahapan seleksi yang cukup panjang, mulai dari seleksi administrasi, penulisan esai ilmiah, penilaian pengalaman organisasi dan prestasi, presentasi video, hingga wawancara mendalam.

Dari proses seleksi tersebut, ia dinilai memiliki kapasitas akademik, kemampuan komunikasi, serta gagasan yang relevan dengan tema besar konferensi tahun ini.

Selama enam hari pelaksanaan kegiatan, para peserta tidak hanya mengikuti seminar dan diskusi ilmiah. Mereka juga terlibat dalam studi banding ke sejumlah kampus bertaraf internasional, kunjungan ke pesantren, pelatihan literasi digital, serta forum dialog lintas budaya yang mempertemukan berbagai perspektif dari negara-negara Asia Tenggara.

Sementara itu, Founder Santri Mendunia, Moh. Abdul Aziz Nawawi, mengatakan konferensi tersebut sengaja dirancang sebagai ruang kolaborasi jangka panjang bagi generasi muda dan komunitas pesantren di kawasan regional.

“Benar sekali, dalam penyelenggaraan International Conference Santri Mendunia 2026 ini, kami memang melibatkan universitas berskala internasional dan jaringan pesantren di kawasan Asia Tenggara agar dapat menjadi wadah berkelanjutan dan kolaborasi bagi para pemuda ke depannya,” ungkapnya.

Menurut Aziz, tantangan global saat ini menuntut santri memiliki kemampuan yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga penguasaan teknologi, literasi digital, kewirausahaan, serta kemampuan membangun dialog lintas budaya.

Baca Juga : 97 Siswa SMAN 2 Kota Malang Lolos PTN, Satu Diterima di Monash University

Prestasi Shalwaa mendapat apresiasi dari Universitas Islam Malang. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Unisma, Muhammad Yunus, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNISMA mampu bersaing di tingkat internasional.

“Tentu kami turut bangga atas prestasi mahasiswa kami di ajang internasional. Hal ini menambah deretan mahasiswa-mahasiswa Unisma dalam prestasi internasional,” tegasnya.

Menurut Yunus, pencapaian mahasiswa di berbagai forum global memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar penghargaan individu. Prestasi tersebut turut memperkuat reputasi institusi dan menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan kemahasiswaan yang selama ini dijalankan kampus.

Ia menegaskan Unisma akan terus menjaga ekosistem akademik yang mendukung lahirnya mahasiswa berprestasi melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, hingga sistem penghargaan bagi mahasiswa yang mampu mengharumkan nama kampus.

“Capaian ini menjadi bukti nyata dari konsistensi pembinaan kemahasiswaan yang berjalan dengan baik di lingkungan Unisma. Kampus akan terus mendorong keberlanjutan atmosfer berprestasi ini agar dapat menular dan diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya,” katanya.

Saat ini, Unisma tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia dengan Akreditasi Unggul. Kampus tersebut juga memperoleh pengakuan internasional melalui pemeringkatan QS Asia University Rankings yang menempatkan Unisma pada posisi ke-173 di Asia Tenggara.

Selain itu, Unisma masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi SCImago Institutions Rankings berdasarkan indikator riset, inovasi, dan dampak sosial.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kiprah mahasiswa seperti Shalwaa menunjukkan bahwa generasi muda pesantren memiliki peluang besar untuk tampil di panggung internasional, membawa gagasan, sekaligus memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat dan inklusif kepada dunia.


Topik

Pendidikan International Conference Santri Mendunia Unisma Universitas Islam Malang mahasiswa unisma



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan