Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Pencemaran Sungai Bango Dinilai Ancam Kualitas Air di SPAM Kota Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

17 - May - 2026, 18:05

Placeholder
Aksi bersih-bersih sungai yang dilakukan Komunitas Kaliku bersama unsur lain.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kondisi sungai di wilayah Malang Raya kembali menjadi sorotan. Komunitas Kaliku menemukan berbagai titik pencemaran di sepanjang aliran Sungai Bango yang menjadi sumber penyediaan air minum bagi warga Kota Malang.

Ketua Komunitas Kaliku, Sugeng Widodo, mengatakan pihaknya baru saja melakukan survei di aliran Sungai Bango. Dari hasil susur sungai tersebut, ditemukan sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) yang pengelolaannya dinilai belum memadai.

Baca Juga : Bayi Tewas usai Dibuang di Makam Bululawang, Pelaku Diduga Bukan Warga Sekitar

“Ketika kami susuri di seluruh aliran yang menuju Sungai Bango, ada titik-titik TPS yang tidak memiliki pengelolaan sampah memadai. Sampah ditimbun begitu saja hingga menggunung,” ujarnya.

Menurut Sugeng, kondisi itu berpotensi memperparah pencemaran sungai saat musim penghujan tiba. Sampah yang menumpuk di bantaran dipastikan akan terbawa aliran air menuju sungai utama.

Sugeng menegaskan kondisi Sungai Bango perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan sistem penyediaan air minum (SPAM) masyarakat Kota Malang.

“SPAM sendiri adalah penyediaan air minum untuk masyarakat. Ketika sungainya terlalu kotor, tentu itu sangat tidak baik,” katanya.

Ia menjelaskan, standar sungai yang sehat harus memiliki debit air yang stabil dan tingkat pencemaran rendah. Namun saat musim hujan, kualitas air sungai di Malang Raya dinilai mengalami penurunan cukup tinggi akibat banyaknya limbah yang masuk ke aliran sungai.

“Nah, ketika musim penghujan dipastikan di sungai-sungai wilayah Malang pencemarannya cukup tinggi,” imbuhnya.

Tak hanya sampah padat, Sugeng juga menyoroti limbah domestik dan limbah cair yang masih dibuang langsung ke sungai. Menurutnya, praktik itu masih mudah ditemukan di berbagai wilayah Malang Raya.

“Yang kasat mata saja, di setiap kami melaksanakan survei maupun susur sungai, tumpukan sampah itu ada di sepanjang sungai,” jelasnya.

Baca Juga : CFD di Kota Malang Jadi Panggung Perlawanan KDRT, Film Suamiku Lukaku Bikin Publik Tersentuh

Ia menyebut banyak titik jembatan yang justru menjadi lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat. Bahkan di Kota Malang sendiri, limbah dari fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) masih dialirkan langsung menuju sungai menggunakan saluran pipa.

“Di Kota Malang malah pembuangan limbah dari MCK itu juga dipipanisasi menuju ke sungai,” tegasnya.

Sugeng mengakui penanganan persoalan sungai tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, terdapat banyak instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sungai.

Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perum Jasa Tirta, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), disebut perlu duduk bersama menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Karena sungai ini irisannya cukup banyak. Ada DLH, Jasa Tirta, BBWS, dan sebagainya. Yang paling penting TPS di bantaran sungai harus memiliki instalasi pengelolaan sampah memadai,” katanya.


Topik

Lingkungan Kaliku Sugeng Widodo sungai Bango pencemaran sungai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya