Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Gerakan Bersih Sungai Metro, MTs Surya Buana Gandeng Warga dan Komunitas

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

17 - May - 2026, 09:27

Placeholder
Para peserta Aksi Bersih Sungai Metro yang diinisiasi MTs Surya Buana Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kepedulian terhadap lingkungan terus ditanamkan MTs Surya Buana Kota Malang melalui aksi nyata. Komitmen tersebut tak hanya diberikan di bangku sekolahan dalam mata pelajaran.

MTs Surya Buana kini menggagas gerakan bersih-bersih Sungai Metro bersama masyarakat dan berbagai elemen. Baik relawan, unsur kecamatan, mahasiswa dan para siswa-siswinya.

Baca Juga : 5 Wilayah di Jatim Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Berikut Daftarnya 

Kepala MTs Surya Buana Malang, Akhmad Riyadi, mengatakan kegiatan itu berangkat dari visi sekolah yang menempatkan budaya lingkungan sebagai salah satu fokus utama pendidikan.

Berbagai kebiasaan peduli lingkungan telah diterapkan kepada siswa dalam aktivitas sehari-hari. Hal itu juga mengingat salah satu visi yang dipedomani MTs Surya Buana sebagai lembaga pendidikan berbudaya lingkungan. 

Para peserta memungut sampat di sepadan kali metro.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

“Visi kita salah satunya adalah berbudaya lingkungan. Jadi siswa dibiasakan mencintai lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, sampai ada kegiatan rutin setiap minggu yaitu Jumpa Berlin atau Jumat Pagi Bersih Lingkungan,” ujar Riyadi, Minggu (17/5/2026). 

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah MTs Surya Buana berhasil meraih predikat Adiwiyata Kota pada 2025 lalu. Dari capaian itu, sekolah kemudian terdorong memperluas aksi lingkungan hingga ke kawasan sekitar sekolah, termasuk Sungai Metro yang dinilai masih minim perhatian.

Menurut Riyadi, kondisi sungai yang belum tertata membuat pihak sekolah tergerak untuk menginisiasi kegiatan pembersihan bersama warga. Langkah itu sekaligus menjadi bentuk nyata keterlibatan sekolah dalam menjaga ekosistem lingkungan sekitar.

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta nampak sangat antusias. Sampah demi sampah dipungut, dipilah sebelum dikumpulkan ke dalam kantong besar sesuai jenis sampah masing-masing.

Para peserta mengumpulkan sampah yang tercecer di sepadan Kali Metro.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

Bukan hanya sekadar memungut sampah, sebelum turun ke sungai, para peserta juga dibekali beberapa piranti keselamatan. Seperti ban, sarung tangan hingga life jacket. 

Tak butuh waktu lama, berkarung-karung sampah pun terkumpul. Ada beberapa jenis, mulai sampah organik dari dedaunan, ranting dan akar, sampah plastik dari bungkus sabun, deterjen hingga makanan bahkan turut ditemukan sampah berupa pakaian dalam. 

“Nah, kebetulan di dekat sekolah ada Sungai Metro. Kita melihat sungai ini masih belum tersentuh, sehingga tergerak hati kita untuk bagaimana Sungai Metro ini bisa lebih bersih,” katanya.

Gerakan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya program Follow Net-Sing 2030 yang merupakan kolaborasi Kementerian Kehutanan bersama Norwegia di bidang lingkungan hidup.

Proposal yang diajukan sekolah diterima, kemudian ditindaklanjuti dengan menggandeng berbagai unsur masyarakat. Mulai dari RT, RW, Kelurahan Karangbesuki, komunitas lingkungan, hingga sejumlah instansi terkait ikut dilibatkan dalam aksi tersebut.

Para peserta mengumpulkan sampah yang tercecer di sepadan Kali Metro.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

“Alhamdulillah responnya cukup baik. Kelurahan Karangbesuki juga siap menurunkan personel. Ada DLH, Jasa Tirta, komunitas Kaliku, Gimbal Alas, dan lainnya yang ikut kolaborasi,” jelasnya.

Baca Juga : Daftar Wilayah di Jatim yang Rawan Kebakaran Hutan, Ada Kabupaten Malang

Tidak hanya melibatkan masyarakat, kegiatan itu juga diikuti para siswa MTs Surya Buana dan perwakilan dari 18 sekolah lain yang diundang khusus untuk terlibat langsung dalam aksi peduli lingkungan tersebut.

Bagi Riyadi, keterlibatan banyak pihak menjadi langkah penting membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih, krisis lingkungan saat ini dinilai semakin nyata dan perlu direspons mulai dari hal sederhana.

“Kita ingin ada edukasi dan pemahaman bahwa lingkungan itu sangat penting untuk keberlangsungan manusia. Kalau lingkungannya bersih dan nyaman, tentu akan berdampak baik juga bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain aksi bersih sungai, kegiatan itu juga diisi edukasi lingkungan kepada warga sekitar. Harapannya, kepedulian menjaga sungai tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.

Ke depan, pihak sekolah bahkan memiliki gagasan menjadikan kawasan Sungai Metro sebagai ruang edukasi wisata lingkungan apabila kondisi sungai semakin bersih dan tertata.

“Kalau nanti sungainya sudah bersih dan nyaman, mudah-mudahan bisa ada aktivitas edukasi wisata, mungkin tubing atau kegiatan lain. Tapi itu rencana jangka panjang,” tuturnya.

Sebagau informasi, ada beberapa pihak yang turut terlibat dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BPDLH, Indonesia's FOLU Net SINK, Komunitas Kaliku, Relawan Gimbal Alas, elemen mahasiswa dan warga Kelurahan Karangbesuki. 


Topik

Pendidikan mts surya buana kota malang sekolah peduli lingkungan aksi bersi sungai sungai metro



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan