Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisma Jadi Kampus Pertama di Malang yang Buka Magister Pertanian Berkelanjutan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - May - 2026, 17:11

Placeholder
Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, P.hD., (foto: Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) memperluas pengembangan akademiknya dengan membuka dua program studi baru sekaligus pada tahun akademik 2026-2027, yakni Program Studi Sarjana Sains Lingkungan dan Magister Pertanian Berkelanjutan. 

Dua program tersebut dinilai menjadi respons kampus terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang hingga kini masih minim di Indonesia.

Baca Juga : Haul ke-55, Nilai Perjuangan KH Wahab Jadi Fondasi Penguatan Pesantren dan Kemajuan Bangsa

Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, P.hD., mengatakan Program Studi Sains Lingkungan telah memperoleh izin operasional dari pemerintah pada 6 Maret 2026. Sementara Program Magister Pertanian Berkelanjutan mendapatkan izin operasional pada 5 Mei 2026 dan sekaligus menjadi program studi ke-40 di Unisma.

“Terkait dua prodi baru, program sarjana Sains Lingkungan itu kita mendapatkan izin dari pemerintah tertanggal 6 Maret 2026. Untuk program studi Sains Lingkungan ini di Indonesia tidak banyak, hanya ada sekitar delapan perguruan tinggi yang diberi amanah menyelenggarakan program studi itu di tingkat sarjana,” ujar Prof. Junaidi, Sabtu, (9/5/2026).

Ia menambahkan, Program Magister Pertanian Berkelanjutan juga tergolong langka, bahkan menjadi yang pertama di Malang dengan nomenklatur tersebut.

“Kalau yang berbunyi Pertanian Berkelanjutan di Malang masih belum ada, jadi ini yang pertama,” katanya.

Pembukaan Program Studi Sains Lingkungan dilakukan di tengah meningkatnya persoalan ekologis, mulai dari perubahan iklim, kerusakan ekosistem hingga pengelolaan sumber daya alam yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Selama ini, program studi khusus Sains Lingkungan pada jenjang sarjana masih terbatas di Indonesia.

Prof. Junaidi menjelaskan, izin operasional program tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 185/8/0/2025 yang memberikan mandat kepada Unisma untuk menyelenggarakan Prodi Sains Lingkungan di bawah Fakultas MIPA.

“Izin itu menjadi dasar bagi Unisma untuk menjalankan Prodi Sains Lingkungan. Kami menargetkan penerimaan mahasiswa baru sudah bisa dimulai pada tahun akademik 2026-2027,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di bidang lingkungan terus meningkat, sedangkan perguruan tinggi yang membuka jalur studi tersebut masih relatif sedikit. Secara nasional, jumlah Program Studi Sains Lingkungan jenjang sarjana disebut masih berkisar dua puluhan, sementara di kawasan Malang Raya belum ada program serupa pada tingkat S1.

“Karena itu kami melihat peluangnya masih sangat besar. Kebutuhan ahli lingkungan tinggi, tetapi program studinya belum banyak tersedia,” kata Prof. Junaidi.

Ia menyebut prospek dua program studi baru tersebut sangat besar. Untuk Sains Lingkungan, kebutuhan tenaga ahli dinilai semakin mendesak karena kompleksitas persoalan lingkungan yang terus berkembang.

Baca Juga : Pascabencana Banjir Luapan, Normalisasi Sungai Krecek di Bumiaji Kota Batu Tunggu APBD-P 2026

“Untuk Sains Lingkungan, kita tidak banyak tenaga ahli di bidang itu padahal permasalahan lingkungan kita sangat serius, sehingga prospeknya sangat bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Program Magister Pertanian Berkelanjutan dibuka untuk menjawab kebutuhan lulusan pertanian yang ingin mendalami konsep sustainable agriculture, namun masih memiliki pilihan terbatas di Indonesia.

“Mahasiswa sarjana pertanian ketika ingin melanjutkan studi tentang pertanian berkelanjutan itu pilihannya tidak banyak. Dengan kita membuka program ini, insyaallah kita bisa melayani kebutuhan masyarakat lebih banyak lagi,” ungkap Prof. Junaidi.

Keunikan lain dari Program Studi Sains Lingkungan di Unisma terletak pada pendekatan akademiknya yang memadukan sains lingkungan dengan perspektif Islam Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja. Integrasi tersebut menjadi ciri khas sekaligus pembeda dibanding program studi serupa di kampus lain.

“Isu lingkungan kami hubungkan dengan kajian Islam Aswaja sehingga menjadi pembeda dengan prodi sejenis,” katanya.

Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027, Unisma menargetkan minimal 50 mahasiswa untuk Program Sarjana Sains Lingkungan dan 25 mahasiswa untuk Program Magister Pertanian Berkelanjutan.

“Karena ini angkatan pertama dan bidang keilmuannya masih perlu kita jelaskan kepada masyarakat serta calon mahasiswa, maka target awal untuk Sains Lingkungan minimal 50 mahasiswa. Sedangkan untuk magister minimal 25 mahasiswa,” tutur Prof. Junaidi.

Dengan hadirnya dua program studi baru tersebut, Unisma optimistis dapat memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan pertanian berkelanjutan secara ilmiah, adaptif, dan berorientasi masa depan.


Topik

Pendidikan Unisma Universitas Islam Malang Kampus Malang Magister Pertanian Berkelanjutan magister pertanian berkelanjutan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan