Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia hingga 11 Mei 2026, Ini Sebaran Wilayahnya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - May - 2026, 18:06

Placeholder
Iluatrasi cuaca ekstrem. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga pertengahan Mei 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif, mulai dari gelombang udara hingga fenomena global yang memengaruhi pembentukan awan hujan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pada awal Mei, sejumlah wilayah telah mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat bahkan ekstrem.

Baca Juga : Komplotan Pengedar Narkotika di Dampit Diringkus, Polisi Sita 12 Paket Sabu Siap Edar

“BMKG telah memprediksi potensi peningkatan curah hujan di awal Mei 2026 sebagai hasil dari analisis dinamika atmosfer terkini,” ujar Faisal, dikutip dari laman resminya, Selasa (5/5/2026). 

BMKG mencatat, dalam periode 1–3 Mei 2026, hujan ekstrem terjadi di beberapa daerah. Jawa Barat mencatat curah hujan hingga 166,5 mm per hari, disusul Jambi 131,2 mm per hari, Kalimantan Barat 113,8 mm per hari, Sumatera Utara 129,5 mm per hari, dan Maluku 103,1 mm per hari.

Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. BMKG mengungkapkan adanya pengaruh gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang melintasi wilayah Indonesia.

“Gelombang atmosfer tersebut berperan dalam memodulasi proses konvektif pada skala yang lebih luas, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” jelasnya.

Tak hanya itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2 juga memperkuat pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah barat Indonesia.

Di sisi lain, suhu udara maksimum di sejumlah wilayah juga masih terpantau tinggi. Kalimantan Timur mencapai 37,1°C, Kalimantan Utara 36,6°C, Sulawesi Tengah 36,2°C, Papua 36,0°C, dan Kalimantan Barat 36,6°C.

Kondisi ini dipengaruhi oleh radiasi matahari yang masih kuat pada siang hari serta mulai menguatnya monsun Australia. “Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan pada siang hari masih berlangsung cukup kuat di beberapa wilayah,” kata Faisal.

Ia menambahkan, dominasi angin timuran dari monsun Australia membawa udara lebih kering, sehingga pada pagi hingga siang hari langit cenderung cerah sebelum akhirnya hujan turun pada sore atau malam hari.

Memasuki periode 5–7 Mei 2026, BMKG memprediksi hujan ringan hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Beberapa daerah yang perlu waspada hujan sedang hingga lebat antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

BMKG juga menetapkan status siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, hingga Papua.

Sementara pada periode 8–11 Mei 2026, potensi hujan masih berlanjut dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, hujan lebat tetap berpeluang terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Untuk kategori siaga, BMKG mencatat wilayah Aceh, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Baca Juga : Adu Gaya BLACKPINK di Met Gala 2026: Jennie, Rose, Lisa, dan Jisoo Tampil Ikonik di Red Carpet

Faktor lain yang turut memengaruhi cuaca adalah keberadaan bibit siklon tropis 92W di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot dengan tekanan minimum 1008 hPa dan bergerak ke arah barat.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di sejumlah wilayah seperti perairan barat laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, Selat Makassar, hingga Laut Banda.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” jelasnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, baik saat cuaca panas maupun hujan ekstrem.

“Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh,” ujar Faisal.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, hingga sambaran petir. “Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” lanjutnya.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras disertai angin.

“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas,” kata Faisal.

Untuk mendapatkan informasi terbaru, masyarakat diimbau rutin memantau kanal resmi BMKG, baik melalui situs, aplikasi, maupun media sosial.


Topik

Serba Serbi Cuaca Ekstrem prakiraan cuaca Jawa Timur Indonesia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi