Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Konflik Timur Tengah Masih Memanas, Benarkah Pemerintah Indonesia Terapkan Pola Menakuti Rakyat?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

16 - Mar - 2026, 07:40

Placeholder
Momen Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Konten kreator media sosial Pipi Sapitri menyoroti sejumlah pernyataan pemerintah terkait kondisi energi dan situasi global. Ia menilai ada pola komunikasi yang menurutnya dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Melalui unggahan di media sosial, Pipi Sapitri mengajak publik untuk melihat situasi tersebut secara lebih kritis.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

“Yuk kita sama-sama melihat pola,” ujar Pipi Sapitri, dikutip dari akun TikTok pribadinya, Senin (16/3/2026). 

Ia menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta masyarakat bersiap menghadapi dampak situasi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

“Sudah ada ungkapan resmi dari Presiden Prabowo kepada rakyat Indonesia untuk bersiap-siap menghadapi efek yang ditimbulkan dari sinetron internasional di Timur Tengah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sempat menyampaikan soal cadangan energi nasional.

“Dan Menteri ESDM kita yang tercinta juga secara belak-belakan mengatakan bahwa cadangan energi kita itu tidak sampai 30 hari,” katanya.

Menurut Pipi, pernyataan tersebut bisa memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang belum memahami sepenuhnya kondisi energi nasional.

“Yang dimana pernyataan ini bagi rakyat Indonesia yang sangat awam akan diartikan sebagai sesuatu yang bahaya,” ujarnya.

Ia bahkan menilai narasi yang berkembang dapat memicu ketakutan publik. “Yang lagi-lagi, sudah aku bilang bahwa semua ini tujuannya adalah untuk menurunkan frekuensimu ke level yang terendah yaitu ketakutan,” lanjutnya.

Dalam penjelasannya, Pipi Sapitri juga memaparkan pandangannya terkait dinamika geopolitik dan energi dunia. “Aku bantu kalian memahami polanya,” katanya.

Ia menyinggung situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah. “Sebelum bebek trompet (Amerika) membuat episode sinetron internasional yang berduet dengan Israel dan Iran, dia terlebih dahulu sudah mengamankan pasokan bahan bakarnya melalui drama penculikan Presiden Venezuela,” ujarnya.

Menurutnya, Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat besar. “Venezuela itu memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, senilai 303 miliar barel,” kata Pipi.

Ia juga menyinggung hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Lalu setelah itu Amerika Serikat mengikat Indonesia dengan perjanjian perdagangan hantu belau yang sudah pernah kita bahas sebelumnya,” ujarnya.

Dalam pandangannya, perjanjian tersebut berpotensi merugikan Indonesia. “Yang sebenarnya inti dari perjanjian itu adalah memperbudak dan mengeksploitasi rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Pipi, situasi global kemudian memicu kekhawatiran terkait energi. “Lalu sinetron Timur Tengah dimainkan. Masyarakat dibikin panik dengan propaganda kelangkaan dan mahalnya bahan bakarnya,” ujarnya.

Ia juga menilai narasi tersebut dapat berujung pada pengambilan kebijakan tertentu oleh pemerintah. “Lalu pemimpin kita akan mengatakan bahwa kita tidak punya pilihan lain selain menjalankan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat dengan menggunakan dalih mempertahankan ketahanan energi,” katanya.

Sementara itu, Prabowo sebelumnya memang mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo. 

Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal

Prabowo menjelaskan bahwa perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi, termasuk harga BBM. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.

Menurut Prabowo, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana percepatan kebijakan di sektor energi.

Meski demikian, ia menilai penghematan konsumsi BBM tetap perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mencontohkan kebijakan penghematan energi yang diterapkan sejumlah negara, salah satunya Pakistan.

Negara tersebut menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi pegawai pemerintah dan swasta hingga 50 persen serta mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain itu, pemerintah setempat juga memangkas sejumlah pengeluaran negara, termasuk pengurangan gaji anggota kabinet dan DPR, pembatasan penggunaan kendaraan dinas, hingga penghentian pengadaan kendaraan dan peralatan kantor.

Prabowo menjelaskan langkah-langkah tersebut hanya menjadi contoh yang dapat dikaji oleh pemerintah Indonesia.

“Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” katanya.

Prabowo juga menilai pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa kebijakan kerja dari rumah dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi konsumsi BBM.

“Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Prabowo.

Ia bahkan meminta kemungkinan pengurangan hari kerja turut dipertimbangkan. “Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,” imbuhnya.

Selain mendorong penghematan energi, Prabowo juga menyinggung pentingnya menjaga kondisi fiskal negara agar defisit anggaran tidak meningkat. Pemerintah menargetkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih seimbang.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung potensi kebocoran anggaran yang masih terjadi di sejumlah sektor. Menurutnya, pengembangan sistem pemerintahan berbasis teknologi atau GovTech yang dikoordinasikan oleh Dewan Ekonomi Nasional diperkirakan mampu mengurangi kebocoran hingga sekitar 40 persen dari total pengeluaran negara.

“Kita sudah lakukan langkah-langkah tadi oleh Ketua DEN masalah GovTech, sinkronisasi semua K/L menjadi satu jaringan GovTech. Ini diperkirakan bisa kurangi kebocoran sampai dengan 40 persen dari pengeluaran kita,” ucapnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintah tetap harus waspada menghadapi berbagai kemungkinan terburuk di tengah ketidakpastian global.

“Kita walaupun merasa aman, tidak panik tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek. Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang,” tutup Prabowo.


Topik

Peristiwa pipi sapitri kebijakan prabowo konflik timur tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri