JATIMTIMES - Kebutuhan daging sapi di Kota Malang selama Ramadan disebut masih belum sepenuhnya tercukupi. Meski demikian, harga di tingkat distribusi relatif stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan harga daging sapi saat ini masih berada di kisaran Rp122 ribu per kilogram. “Daging sapi tetap masih sekitar Rp122 ribu, tidak naik,” ujar Slamet.
Baca Juga : Gejolak Timur Tengah, Wali Kota Eri Siapkan Perketat Pengendalian Inflasi di Surabaya
Namun di sejumlah pasar tradisional, harga daging sapi sudah menyentuh sekitar Rp135 ribu per kilogram. Menurut Slamet, hal itu dipengaruhi proses distribusi hingga sampai ke tangan pedagang pasar.
Ia menjelaskan, pasokan daging sapi di Kota Malang sebagian besar berasal dari proses pemotongan di rumah potong hewan (RPH). Daging tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai pasar tradisional.
“Pasokannya dari luar, utamanya dari rumah potong hewan. Ada sekitar 25 jagal yang melakukan pemotongan, kemudian dibawa ke seluruh pasar di Kota Malang,” jelasnya.
Dalam sehari, jumlah sapi yang dipotong berkisar antara 30 hingga 40 ekor. Namun tonase daging yang dihasilkan bergantung pada ukuran sapi yang dipotong.
Meski pemotongan rutin dilakukan setiap hari, Slamet mengakui jumlah tersebut masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Secara kebutuhan memang masih kurang,” ungkapnya.
Baca Juga : Masih Ditemukan Manipulasi Data Desil, Dinsos Kota Batu Perketat Syarat Reaktivasi PBI JK
Ia menilai, meningkatnya permintaan selama Ramadan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Selain kebutuhan memasak untuk sahur dan berbuka, aktivitas masyarakat yang kembali meningkat juga ikut mendorong permintaan daging sapi.
“Karena momen Ramadan, masyarakat banyak yang masak untuk takjil dan sahur. Selain itu, aktivitas mahasiswa mulai aktif kuliah lagi. Jadi, permintaan ikut naik,” pungkasnya.
