Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

31 Santri Ponpes di Jombang Keracunan Usai Makan Menu MBG

Penulis : Adi Rosul - Editor : Nurlayla Ratri

06 - Mar - 2026, 11:48

Placeholder
Korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Sebanyak 31 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Jombang mengalami keracunan massal. Puluhan santri ini keracunan diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) dan nasi rawon yang dimasak pesantren.

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah Muhammad Adam mengatakan, racunan terjadi setelah para santri menyantap menu buka puasa pada Kamis (05/03/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Menu yang disantap berupa nasi rawon dan telur asin.

Baca Juga : Trump Putar November Rain di Forum Perdamaian, Penolakan Guns N’ Roses Kembali Jadi Sorotan

Menurutnya, nasi dan kuah rawon dimasak dari dapur pesantren. Sedangkan, telur asin merupakan lauk dari menu MBG dari SPPG Betek. Usai menyantap hidangan buka puasa itu, puluhan santri langsung bereaksi muntah-muntah.

"Ada yang separuh makan, ada yang selesai makan baru mual dan muntah. Saya pikir telat makan sehingga maag atau apa. Ternyata semua, yang perempuan ada banyak, ada yang lemas, nangis, pingsan," ujarnya saat diwawancarai wartawan di pesantrennya, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jumat (06/03/2026).

Adam menuturkan, sedikitnya sekitar 40 santrinya yang diduga mengalami keracunan usai menyantap nasi rawon dan lauk telur asin dari MBG. Saat ini, para santri tersebut telah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk menjalani perawatan.

"Santri putri 30, yang putra 10. Di rumah sakit semua, PKU Mojoagung. Yang tidak makan telur asin, tidak keracunan, tapi ada juga makan telur asin baik-baik saja," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada menyampaikam, puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah mengalami gejala gangguan intoleransi makanan. Total santri yang kini menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Jombang berjumlah 31 anak.

Baca Juga : Wabup Gresik Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton, Dorong Kualitas Makanan Tetap Higienis

"Yang 10 (aantri) sudah pulang, 21 masih opname. Kondisinya sadar semua, sudah ditangani dengan baik," bebernya.

Terkait penyebab keracunan menu MBG massal ini, dr Hexawan enggan berspekulasi. Pihaknya menunggu hasil laboratorium atas sampel yang akan dikirim ke Surabaya.

"Sampel dari rawon, telur asin, muntahan. Sampel dibawa ke Surabaya, kan harus dicari penyebabnya," tandasnya.(*)


Topik

Peristiwa jombang keracunan menu mbg pondok pesantren



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

Nurlayla Ratri