Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pemerintah Imbau Tunda Umrah Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Jemaah Diminta Utamakan Keselamatan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Mar - 2026, 21:20

Placeholder
Ilustrasi Mekkah. (Foto: pixabay)

JATIMTIMES - Pemerintah Indonesia secara resmi mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah sementara waktu menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 kemarin.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah.

Baca Juga : Dukung Bupati Tulungagung Soal Infrastruktur, Kepala Desa ini Sindir Tukang Kritik Kurang Udpate

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa situasi keamanan kawasan saat ini masih berkembang dan belum sepenuhnya stabil. Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi geopolitik yang berpotensi berubah sewaktu-waktu.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasi yang masih tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat agar menunda perjalanan sampai keadaan kembali kondusif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).

Serangan yang terjadi memicu kekhawatiran akan dampak lanjutan di kawasan Timur Tengah. Meski Arab Saudi tidak menjadi bagian dari konflik, ketegangan regional dikhawatirkan dapat memengaruhi jalur penerbangan, kebijakan keamanan, hingga stabilitas perjalanan internasional.

Pemerintah Indonesia memilih langkah antisipatif guna mencegah potensi kendala perjalanan, seperti pembatalan penerbangan mendadak, perubahan rute, atau peningkatan pengamanan yang bisa berdampak pada kenyamanan jemaah.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penyelenggaraan ibadah ke luar negeri.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Koordinasi ini mencakup pemantauan jadwal penerbangan, kondisi bandara, serta kesiapan akomodasi bagi jemaah yang terdampak.

Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, pemerintah memastikan situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Namun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Jika terjadi penundaan kepulangan, pemerintah menjamin jemaah akan difasilitasi tempat tinggal yang layak, aman, dan sesuai standar. PPIU juga diminta aktif berkomunikasi dengan jemaah serta keluarga di Indonesia untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan.

Pemerintah mengimbau jemaah yang tengah menjalankan ibadah umrah maupun keluarga mereka di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Situasi yang berkembang cepat sering kali memunculkan informasi simpang siur di media sosial.

Baca Juga : Optimistis 2026 Serap 14 Ribu Tenaga Kerja, Pemkot Malang Kejar Investasi Rp3,6 Triliun

Masyarakat diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari pemerintah agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu. Pemerintah berkomitmen menyampaikan pembaruan secara berkala sesuai perkembangan terbaru.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, pemerintah memastikan hingga saat ini belum ada dampak terhadap tahapan persiapan yang sedang berlangsung. Seluruh proses perencanaan, pelunasan biaya, penyiapan kloter, hingga koordinasi teknis dengan pihak Arab Saudi tetap berjalan sesuai jadwal.

“Sampai hari ini tidak ada gangguan terhadap persiapan haji. Semua proses administrasi, koordinasi teknis, hingga persiapan keberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa pemantauan situasi akan terus dilakukan secara ketat. Jika terdapat perubahan signifikan yang berpotensi memengaruhi penyelenggaraan haji, masyarakat akan segera diinformasikan melalui saluran resmi.

“Kami akan terus memantau dan mengambil langkah yang diperlukan apabila ada perubahan signifikan. Prinsipnya, keselamatan dan kenyamanan jemaah tidak bisa ditawar,” pungkas Dahnil.

Kebijakan imbauan penundaan umrah ini diambil bukan untuk membatasi niat ibadah masyarakat, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warganya. Pemerintah berharap kondisi geopolitik segera mereda sehingga aktivitas perjalanan ibadah dapat kembali berjalan normal.

Dalam situasi yang belum sepenuhnya stabil, kehati-hatian dinilai sebagai langkah paling bijak. Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah cepat apabila diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan seluruh jemaah Indonesia.


Topik

Peristiwa Timur Tengah Umrah Konflik AS-Israel Iran Jemaah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni