Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Damkarmat Kota Batu dan BKSDA Lepas Liarkan 8 Ekor Ular ke Kawasan Hutan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Jul - 2024, 02:30

Placeholder
Damkarmat Kota Batu bersama BKSDA dan Komunitas Reptil melepas liarkan delapan ekor ular ke hutan kawasan Tahura Raden Soerjo. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sebanyak 8 ekor ular dilepasliarkan di alam oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Minggu (7/7/2024). Ular tersebut merupakan hasil evakuasi dari laporan warga di lingkungan pemukiman.

Sebanyak 8 ekor ular hasil evakuasi itu didapat selama kurun waktu 2 bulan terakhir. Reptil karnivora tersebut dilepas di habitatnya guna menjaga kelestarian ekosistem alam, khususnya rantai makanan.

Baca Juga : Ratusan Pecinta Batu Akik Saling Unjuk Koleksi di Situbondo Bergelora, Salah Satunya Bos PO AKAS IV

Kabid Pencegahan Damkarmat Kota Batu Santoso Wardoyo mengatakan, sebelumnya pihak Damkarmat Kota Batu telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan pelepasan.

"Hewan hasil evakuasi yang kita lepas liarkan yakni beberapa ekor ular. Hari ini dilakukan bersama BKSDA, dan Tahura," jelas Santoso.

Santoso merincikan, hewan yang dilepas ke habitatnya antara lain Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) 3 ekor dengan panjang ±3.5 meter, 3 meter, dan 2,5 meter. Lalu Ular Tikus (Rat Snake) berjumlah 1 ekor dengan panjang ±100 centimeter, Ular Weling (Bungarus Candidus) berjumlah 2 ekor dengan panjang ±70 centimeter.

Selain itu, ada Ular Water Tiger (Ular Air) jumlah 1 ekor dengan panjang ± 20 centimeter, serta Ular Sawo Kopi jumlah 1 ekor dengan panjang ± 90 centimeter. Beberapa ular tersebut tergolong jenis pemangsa hewan-hewan seperti tikus.

"Sekitar pukul 10 pagi berangkat bersama BKSDA yang berkoordinasi dengan pengelolaan kawasan hutan untuk ditentukan dilepas dimana, karena menyesuaikan habitat yang semestinya," tambahnya.

Baca Juga : Mengenal Dwi Hari Cahyono, Bacawali Kota Malang Usung Gotong Royong Noto Kuto

Untuk lokasi lepas liar, Santoso menyebut sesuai dengan habitat aslinya. Di antaranya dilepas di beberapa titik di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Ular-ular tersebut dilepas jauh dari kawasan rumah warga agar tak membahayakan orang.

"Kami sudah lepas liarkan di areal Tahura. Untuk lokasi lepas liar harus dipastikan aman, jauh dari kemungkinan berkonflik dengan manusia dan juga harus sesuai habitatnya agar nantinya dapat survive di alam," imbuhnya.


Topik

Lingkungan BKSDA balai besar konservasi konservasi alam komunitas pecinta reptil reptil hewan langka



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan