JATIMTIMES - Sebanyak 8 ekor ular dilepasliarkan di alam oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Minggu (7/7/2024). Ular tersebut merupakan hasil evakuasi dari laporan warga di lingkungan pemukiman.
Sebanyak 8 ekor ular hasil evakuasi itu didapat selama kurun waktu 2 bulan terakhir. Reptil karnivora tersebut dilepas di habitatnya guna menjaga kelestarian ekosistem alam, khususnya rantai makanan.
Baca Juga : Ratusan Pecinta Batu Akik Saling Unjuk Koleksi di Situbondo Bergelora, Salah Satunya Bos PO AKAS IV
Kabid Pencegahan Damkarmat Kota Batu Santoso Wardoyo mengatakan, sebelumnya pihak Damkarmat Kota Batu telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan pelepasan.
"Hewan hasil evakuasi yang kita lepas liarkan yakni beberapa ekor ular. Hari ini dilakukan bersama BKSDA, dan Tahura," jelas Santoso.
Santoso merincikan, hewan yang dilepas ke habitatnya antara lain Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) 3 ekor dengan panjang ±3.5 meter, 3 meter, dan 2,5 meter. Lalu Ular Tikus (Rat Snake) berjumlah 1 ekor dengan panjang ±100 centimeter, Ular Weling (Bungarus Candidus) berjumlah 2 ekor dengan panjang ±70 centimeter.
Selain itu, ada Ular Water Tiger (Ular Air) jumlah 1 ekor dengan panjang ± 20 centimeter, serta Ular Sawo Kopi jumlah 1 ekor dengan panjang ± 90 centimeter. Beberapa ular tersebut tergolong jenis pemangsa hewan-hewan seperti tikus.
"Sekitar pukul 10 pagi berangkat bersama BKSDA yang berkoordinasi dengan pengelolaan kawasan hutan untuk ditentukan dilepas dimana, karena menyesuaikan habitat yang semestinya," tambahnya.
Baca Juga : Mengenal Dwi Hari Cahyono, Bacawali Kota Malang Usung Gotong Royong Noto Kuto
Untuk lokasi lepas liar, Santoso menyebut sesuai dengan habitat aslinya. Di antaranya dilepas di beberapa titik di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Ular-ular tersebut dilepas jauh dari kawasan rumah warga agar tak membahayakan orang.
"Kami sudah lepas liarkan di areal Tahura. Untuk lokasi lepas liar harus dipastikan aman, jauh dari kemungkinan berkonflik dengan manusia dan juga harus sesuai habitatnya agar nantinya dapat survive di alam," imbuhnya.
