Mana Yang Paling Dahsyat Menggedor Syaraf | Madura TIMES
Enny Arrow VS Video Porno  1

Mana Yang Paling Dahsyat Menggedor Syaraf

Mar 21, 2018 11:25
Ilustrasi : Penulis iseng
Ilustrasi : Penulis iseng

Petunjuk Keamanan :

Sehabis membaca ini, dilarang membandingkan judul di atas dengan cara mempraktikkannya. Baik sendiri apalagi berdua, ditemani pakar maupun tidak. Ekses negatif dari membaca tulisan ini di luar tanggungan siapapun. 

Kenapa tulisan saya dimulai dengan petunjuk keamanan? Jawabannya sederhana, kalau sudah urusan pertumbukan daging lawan jenis (atau sesama jenis?) hasrat untuk mengalaminya akan terus menghantui. Bahkan, karena urusan ini juga kakek-nenek moyang manusia harus hijrah ke dunia. 

Karenanya Petunjuk Keamanan yang saya tulis pake gaya misionaris. Old dan konvensional, tapi percayalah ini juga memiliki tujuan lo. Bayangkan saja kalau kakek-nenek moyang manusia saja bisa jatuh dari surga ke dunia,  bagaimana dengan kita? Mau jatuh ke mana lagi kalau Petunjuk Keamanan diabaikan. 

Saya kira cukup sudah saya sampaikan tentang Petunjuk Keamanan tersebut. Saya serahkan kepada anda semua. La wong Petunjuk Dunia Akhirat saja kerap diabaikan, kok ngotot Petunjuk tidak jelas  yang saya kupas. Mohon maaf njih... 

Balik ke judul di atas, kenapa saya tiba-tiba teringat Enny Arrow? Please jangan tanya ke anak-anak milinial siapa dia. Saya jamin mereka akan bingung siapa itu Enny Arrow. Tapi pasti akan manggut-manggut (mungkin sambil membayangkan aksinya) kalau ditanya kenal Layla London, Mia Khalifah,  Leah Gotti, Dani Daniels, Anjelica. 

La wong saya atau anak zaman old (kisaran tahun 80-90 an) yang dulu akrab dengan tulisannya si Enny Arrow, sumpah sampai saat ini tidak pernah melihat wajah penulis stensilan ini seperti apa. Gelap, misterius banget. Bahkan mungkin lebih misterius dari tokoh besar kita yang matinya begitu mengenaskan sang Revolusioner besar Tan Malaka. Ditembak CPM ditepian sungai Brantas pada suatu malam Februari 1949. Mayatnya yang penuh peluru,  dibuang begitu ke sungai. Kuburan sekaligus batu nisan abadinya. 

"Stensilan itu apa sih Om?" kata salah satu pewarta, perempuan, masih muda, saat entah siapa di ruang dewan, melempar obrolan tentang si Enny Arrow, guru imajinasi liar saya, dulu. 

"Duh kah.. Searching saja di Mbah  google. Pasti ketemu apa itu stensilan. Terus ketik Enny Arrow,  itu penulis jenius di zamannya. Kereenn...," ujar saya sambil tetep sibuk menunduk dan mainan dua jempol di hape dengan bungkus mulai bulukan. 

Tiba-tiba, saya dikagetkan dengan teriakan si pewarta yang perempuan muda itu. Sambil memukul-mukulkan tangannya ke bahu saya. "Masyaallah,  ternyata ini toh... Aaah nakaalll," khas perempuan saat protes tapi sebenarnya girang mendapat pengetahuan baru yang tidak disangkanya tersebut.  

Kenapa dia begitu terkejut-girang saat mengetahui stensilannya Enny Arrow? Karena bagi generasinya karya si gelap yang sebagian kalangan dimasukkan dalam sastra erotika adalah hal unik. Keunikannya adalah memancing imajinasi pembaca (tentunya lewat teks cerita) untuk ikut liar di dalamnya. 

Seksualitas Enny Arrow yang lugas digambarkan lewat narasi dalam setiap ceritanya,  mampu membuat pembaca (saya waktu zaman itu) ikut merasakan gelora panasnya percintaan para tokoh yang dibuatnya. Betapa tidak, hanya dengan membaca berbagai kata yang menggambarkan suara desahan tokoh perempuan atau desis si laki-laki,  misalnya oohhh, hsssh, hmmmhh, auwww,  bisa membuat dada berdetak kencang. Seperti lagunya si Ahmad Dhani, "... Mengapa dadaku berdetak... Detaknya begitu kencang serupa genderang mau perang... Aku sedang ingin bercinta... ". 

Ditunjang di zaman boomingnya stensilan Enny Arrow,  namanya tivi tidak semarak sekarang. Apalagi internet, smartphone. La wong listrik saja dulu belum menyeluruh masuk desa (sekarang apa sudah semua?). Klop, baca Enny Arrow sambil singitan karena takut ketahuan emak-bapak,  mojok di sudut kamar, cahaya remang-remang. Belum dada yang kaya lagunya si Dhani, adrenalin naik turun dan seluruh otot menegang. Bisa anda bayangkan betapa dahsyatnya stensilan Enny Arrow yang pada zamannya sangat sulit bingit didapatkan. Apalagi bagi anak ndeso seperti saya. Kalau pun dapat stensilannya,  bentuknya sudah terlipat-lipat,  lusut,  bahkan cover depan yang biasanya menggambarkan sosok seksi perempuan terbuka,  entah sudah raib dimana. Bisa saja ditempel di bilik bambu kamar, atau disimpan di saku celana dan di bawa kemana-mana. Saatnya tepat dan tentunya di ruang yang senyap, kembali di buka, diplototi dan berimajinasi dengan perempuan seksi tersebut. Walau hanya sebatas gambar. 

To Be Continue... 

*Penikmat Kopi Lokal Gratisan

Topik
Berita Malang penulis iseng Enny Arrow VS Video Porno

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya