Salam Sejahtera untuk Banjir Sampang | Madura TIMES

Salam Sejahtera untuk Banjir Sampang

Feb 27, 2016 21:04
Salah satu masjid di Kabupaten Sampang yang terndam banjir
Salah satu masjid di Kabupaten Sampang yang terndam banjir

JIKA banjir datang satu kali hingga banyak menelan korban, barangkali ujian dari Tuhan. Namun, bila datang berkali-kali dan setiap musim selalu terjadi, tak pantas menyebut itu adalah ujian. Manusia sudah diberi hak untuk terus berusaha dan mengusahakan dengan mencegah timbulnya sesuatu yang tidak diinginkan.

Jika tidak mau dengan musibah itu tiba, telah dari sejak awal diantisipasi. Tak berani bermain api jika tidak ingin terbakar. Menjauh dari awal sebelum semua terjadi. Tetapi, ketika memang sengaja larut dalam lingkaran setan birokrasi, maka tak bisa dielakkan petaka akan terjadi.

Banjir di Kabupaten Sampang, Madura yang setiap saat selalu terjadi, pasti banyak merugikan, baik material, sosial dan lain-lain.

Saya kadang menangis, sedih dan terharu. Sebab, setiap musim penghujan musibah itu menyapa. Nyaris bisa dipastikan bahwa banjir setiap tahun.

Kali ini, Sabtu (27/2/2016) kembali dilanda banjir. Saya menangis kasihan kepada anak-anak yang seharusnya konsentrasi mengikuti pelajaran, menjadi terhenti. Kegiatan pemerintahan lumpuh. Ekonomi masyarakat terhenti.

Semua berhenti memberusaha mencegah air. Membersihkan sampah yang masuk ke rumah-rumah. Tapi sayang, banjir belum bisa menghanyutkan koruptor. Terlalu licin barangkali.

Pemerintah daerah telah mengusahakan dengan melakukan pengerukan pada sungai agar tak meluap saat air hujan datang. Namun, upaya itu sia-sia. Banjir tak bisa dielakkan. Warga menjadi korban.

Bagi saya, upaya pemerintah untuk mengatasi banjir datang kembali sudah cukup bagus. Namun, tak tepat sasaran.

Saya kemudian berfikir, pelaksanaan pembangunan yang tak visioner dan hanya mementingkan kepentingan diri, bukan publik, masyarakat yang akan menjadi korban.

Bencana banjir terjadi akibat tingginya curah hujan, kondisi penampung sungai yang tidak mampu lagi menampung debit air, kondisi morfologi sungai yang berkelok-kelok, serta sistem drainase yang sudah tidak berfungsi dengan baik. (*)

Topik
Banjir Sampang

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya