Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Singkong Ngalam Naik Kelas, Buang Sutomo Apresiasi Pendampingan Kemdiktisaintek dan Unikama

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

18 - Aug - 2026, 15:39

Placeholder
Tim PkM Unikama melakukan pendampingan UMKM Singkong Ngalam di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Bagi Buang Sutomo, pemilik UMKM Singkong Ngalam di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pendampingan perguruan tinggi bukan sekadar program sesaat. Dukungan teknologi produksi dan pemasaran digital yang diberikan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mulai memberikan perubahan nyata dalam aktivitas usahanya.

Buang secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta tim PkM Unikama yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada UMKM miliknya.

Baca Juga : Tiga Dalang Cilik Gresik Unjuk Kebolehan, Bukti Wayang Masih Digandrungi Generasi Muda

Menurutnya, bantuan peralatan produksi menjadi salah satu bagian yang paling dirasakan manfaatnya. Hibah alat deep fryer dan continuous sealer membantu proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kemdiktisaintek dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang atas dukungan dan pendampingan yang telah diberikan kepada UMKM Singkong Ngalam,” ungkap Buang Sutomo.

2

Ia menilai dukungan tersebut tidak berhenti pada pemberian peralatan. Pendampingan juga menyentuh sisi pemasaran yang selama ini menjadi tantangan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen.

“Hibah alat deep fryer dan continuous sealer sangat bermanfaat bagi kami karena dapat membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi,” lanjutnya.

Perubahan kapasitas produksi menjadi salah satu indikator yang terlihat setelah teknologi produksi diterapkan. Sebelum program berjalan, Singkong Ngalam masih menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas sekitar 40 kilogram per hari.

Setelah mendapatkan dukungan teknologi produksi modern, kapasitas produksi berdasarkan evaluasi program meningkat sekitar 100 hingga 200 persen.

Teknologi yang diterapkan dalam program mencakup mesin pengupas singkong, kompor penggorengan otomatis, spinner peniris minyak dan continuous sealer. Sementara deep fryer menjadi salah satu peralatan yang secara khusus diapresiasi oleh pemilik usaha karena membantu proses penggorengan.

Peningkatan produksi tersebut, menurut tim PkM Unikama tidak berdiri sendiri. Penguatan kapasitas harus dibarengi dengan pengembangan produk agar peningkatan volume produksi dapat diikuti peluang pasar yang lebih besar.

Karena itu, Singkong Ngalam juga dikembangkan dengan empat pilihan rasa, yakni Original Asin Gurih, Balado, Barbeque (BBQ), dan Pedas. Sebelumnya, produk lebih banyak didominasi varian original.

Langkah tersebut membuka ruang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen dengan selera yang lebih beragam sekaligus meningkatkan nilai jual produk olahan singkong. Jika sebelumnya pemasaran masih banyak dilakukan secara konvensional, tim PkM Unikama memberikan pendampingan digital marketing melalui website, TikTok dan marketplace.

Pendekatan tersebut membuat Singkong Ngalam mulai memiliki kanal pemasaran yang lebih beragam. Produk tidak hanya mengandalkan konsumen yang datang atau mengenal produk secara langsung, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui ruang digital.

Lebih lanjut Buang menilai, pendampingan digital tersebut membuka peluang baru bagi perkembangan usahanya. “Selain itu, kami juga mendapatkan pendampingan dalam pemasaran digital melalui website, TikTok, dan marketplace, sehingga produk Singkong Ngalam dapat dipasarkan lebih luas,” katanya.

Perluasan pasar menjadi penting karena peningkatan kapasitas produksi harus diimbangi dengan kemampuan menjual produk dalam jumlah yang lebih besar. Dengan kanal digital, peluang memperkenalkan Singkong Ngalam kepada konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya semakin terbuka.

Baca Juga : Dosen STIE IBMT Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Buat Komik Digital Berbahasa Inggris, Nilai Pemahaman Karang Taruna Melonjak

Buang berharap perubahan tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak langsung terhadap omzet penjualan. “Kami berharap dengan adanya dukungan dan pendampingan ini, omzet penjualan kami semakin meningkat,” ujarnya.

Selain teknologi produksi dan pemasaran, PkM Unikama juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan usaha. Mitra mendapatkan pendampingan dalam pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk membangun usaha yang lebih tertata. Sebab, ketika kapasitas produksi dan pasar berkembang, pelaku UMKM juga membutuhkan pencatatan keuangan yang mampu memberikan gambaran mengenai kondisi usaha secara lebih terukur.

Program PkM Unikama sendiri diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, melakukan diversifikasi produk, memperluas pemasaran serta memperkuat manajemen UMKM Singkong Ngalam.

Program juga menghasilkan sejumlah luaran, antara lain artikel ilmiah, publikasi media massa, video kegiatan, peningkatan keberdayaan dan keterampilan mitra, buku ber-ISBN serta rancangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Berdasarkan laporan kemajuan, publikasi media massa dan video kegiatan telah terbit. Sementara buku ber-ISBN dan HKI masih dalam tahap draf.

Yang menarik, Buang berharap pola pendampingan seperti ini tidak berhenti setelah program selesai. Ia menginginkan adanya keberlanjutan kerja sama agar UMKM Singkong Ngalam memiliki ruang untuk terus berkembang.

“Kami juga berharap pendampingan dan kerja sama seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut untuk mendukung perkembangan dan kemajuan UMKM Singkong Ngalam,” tegasnya.

Harapan tersebut sejalan dengan rencana keberlanjutan program yang disiapkan tim PkM Unikama. Pendampingan berikutnya diarahkan pada pemantauan pemanfaatan teknologi, penguatan kerja sama dengan pengusaha Malang Raya, peningkatan kompetensi mitra dalam manajemen usaha, keuangan, produksi dan pemasaran, hingga pendampingan legalitas usaha.

Tim juga merancang pengembangan UMKM olahan singkong tersebut sebagai tempat wisata edukasi. Konsep ini diharapkan dapat menjadikan Singkong Ngalam bukan hanya sebagai tempat produksi makanan ringan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi masyarakat mengenai proses pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.


Topik

Pendidikan singkong ngalam umkm unikama pkm unikama kemdiktisaintek



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana