Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

DPRD Surabaya: Pemasangan Pagar Tinggi di Mal Bisa Timbulkan Salah Persepsi

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

04 - Aug - 2026, 16:58

Placeholder
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Machmud.



JATIMTIMES - Fenomena pemasangan pagar besi lebih dari tiga meter di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya menjadi perbincangan luas di media sosial. Langkah pengamanan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat, mulai dari yang menilai sebagai bentuk antisipasi, hingga yang menganggapnya justru memperkuat kesan adanya ancaman keamanan di Kota Pahlawan.

Sorotan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari DPRD Kota Surabaya. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Machmud menilai pembangunan pagar tinggi dengan tambahan besi runcing di bagian atas mencerminkan tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi dari pihak pengelola pusat perbelanjaan.

Baca Juga : Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026: Persib vs Persija, Persebaya Tantang Arema

"Saya melihat di lapangan memang pagarnya hampir dua meter, kemudian ditambah semacam pengaman di bagian atas yang berbentuk runcing. Itu, menurut saya, merupakan wujud kekhawatiran yang sangat besar terhadap isu-isu yang berkembang menjelang Agustus," ujar Machmud kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, kekhawatiran tersebut diduga berkaitan dengan isu yang beredar mengenai potensi keramaian atau kerusuhan pada bulan Agustus. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah pengamanan yang berlebihan justru berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Kalau masyarakat melihat pagar setinggi itu, orang bisa bertanya-tanya, sebenarnya akan ada apa? Akhirnya opini publik justru berkembang dan seolah-olah membenarkan adanya isu yang belum tentu terjadi," katanya.

Machmud meyakini pemerintah bersama aparat keamanan telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban. Karena itu, ia berharap kalangan pelaku usaha tidak perlu menunjukkan respons yang dapat memicu keresahan publik.

Ia juga menyoroti alasan yang sempat disampaikan pihak pengelola mengenai pembangunan pagar di kawasan PTC yang dikaitkan dengan keberadaan Jalan Radial Road Lontar. Menurutnya, argumentasi tersebut tidak sepenuhnya konsisten.

"Kalau alasannya karena adanya Radial Road di PTC, lalu mengapa di Royal Plaza juga dibangun pagar dengan model yang sama? Di sana tidak ada jalan baru seperti itu. Bahkan di Jakarta, properti Pakuwon juga memasang pagar serupa. Jadi menurut saya alasan itu bisa diperdebatkan," ungkapnya.

Baca Juga : 24 Pelamar Ikuti Seleksi Direksi Perumda Kebun Binatang Surabaya

Machmud menilai, jika dicermati secara keseluruhan, langkah tersebut lebih menunjukkan kekhawatiran terhadap keamanan aset perusahaan dibandingkan faktor pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan mal.

"Selama bertahun-tahun Pakuwon berkembang di Surabaya, usahanya maju dan terus bertambah. Seharusnya ada rasa percaya terhadap kondisi kota ini. Jangan sampai muncul kesan Surabaya sedang tidak aman, padahal faktanya tidak demikian," ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini berbagai aksi unjuk rasa di Surabaya berlangsung relatif kondusif. Demonstrasi, menurutnya, lebih banyak berlangsung damai dan jarang berujung pada tindakan yang mengarah kepada perusakan fasilitas milik swasta.

"Selama ini demonstrasi di Surabaya berjalan baik. Yang sering menjadi lokasi penyampaian aspirasi justru kantor pemerintah atau DPRD. Kalaupun pernah terjadi gesekan, penyelesaiannya juga cepat dilakukan. Karena itu saya berharap tidak perlu ada langkah yang justru membuat suasana kota terlihat mencekam," pungkas Machmud.
 


Topik

Peristiwa DPRD Surabaya pagar tinggi mal Surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa