JATIMTIMES - Musim kemarau yang ditandai cuaca kering dan angin kencang mulai meningkatkan risiko kebakaran lahan di Kota Batu. Kondisi tersebut terbukti setelah api melalap rumpun bambu seluas sekitar 100 meter persegi di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (18/7/2026) malam.
Sebuah rumpun bambu terbakar hingga menghanguskan lahan seluas kurang lebih 100 meter persegi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Suwoko, mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu.
Baca Juga : Pemkot Batu Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Graha Pancasila, Gratis untuk Warga
“Benar, kami menerima laporan adanya kebakaran di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo. Tim BPBD bersama Damkarmat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Suwoko, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran serasah atau vegetasi kering yang ditinggalkan dalam kondisi api belum benar-benar padam. Embusan angin membuat bara kembali menyala hingga akhirnya membakar rumpun bambu di sekitarnya.
Petugas berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merambat ke area yang lebih luas. Setelah api dipadamkan, tim juga melakukan pembasahan pada lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Setelah proses pemadaman selesai, petugas juga melakukan pembasahan agar tidak muncul titik api baru yang bisa menyebabkan kebakaran kembali terjadi,” imbuh Suwoko.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian BPBD mengingat Kota Batu sudah beberapa bulan terakhir minim hujan. Kondisi vegetasi yang kering membuat potensi kebakaran meningkat, terutama di kawasan yang banyak ditumbuhi semak, ilalang, maupun rumpun bambu.
Karena itu, masyarakat diminta mengubah kebiasaan membakar sampah, ranting, atau dedaunan kering secara sembarangan selama musim kemarau masih berlangsung.
Baca Juga : Pemkab Malang Raih Reward dari Pemerintah Pusat, Pionir Pemenuhan 87 Persen LBS
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka tanpa pengawasan. Cuaca yang panas dan angin yang cukup kencang membuat api sangat mudah menyebar,” tegas Suwoko.
Selain itu, BPBD meminta warga segera melapor apabila menemukan kepulan asap atau titik api sekecil apa pun agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Apabila masyarakat menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” jelasnya.
BPBD Kota Batu juga mengmbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau. Selain kebakaran lahan, cuaca panas, udara kering, dan angin yang bertiup cukup kencang dapat mempercepat penyebaran api sehingga upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
