Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Disperindag Tulungagung Cari Solusi Untuk Hidupkan Pasar Tradisional Paska Ratusan Teguran Dilayangkan ke Pedagang

Penulis : Anang Basso - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Jul - 2026, 20:30

Placeholder
Salah satu sudut Pasar Wage Tulungagung yang terlihat masih ada aktivitas perdagangan. (Foto: Istimewa for Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Ada 938 pedagang di enam pasar tradisional di Tulungagung menerima surat teguran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung. 

Teguran yang dilayangkan ini berkaitan dengan tidak adanya aktivitas jualan meskipun terdaftar sebagai pemilik kios. 

Baca Juga : Bupati Sanusi Perintahkan Inspektorat Turun untuk Tangani Polemik Kios Baru Pasar Karangploso

Teguran ini menurut Fajar Widariyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, dalam rangka upaya mengoptimalkan pemanfaatan kios dan los pasar yang terbengkalai.

Fajar mengatakan surat teguran terbanyak diberikan kepada pedagang Pasar Wage, yakni 563 pedagang, karena banyak kios dan los yang tidak lagi digunakan.

"Surat teguran kepada pedagang yang sudah lama tidak berjualan ini dimaksudkan agar kembali membuka usahanya," ujarnya. 

Selain itu, jika dalam masa teguran ini tetap tidak direspon maka pemilik kios diharapkan untuk mengembalikan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) jika tidak lagi digunakan. 

Setelah pemilik kios dan los yang SITU-nya dikembalikan, maka akan dialokasikan kepada pedagang lain. 

"Agar aktivitas perdagangan kembali berjalan," sambungnya. 

Dari teguran yang dilayangkan, respon pemilih ada yang mengembalikan SITU. Namun, mayoritas masih memilih mempertahankan izin dengan harapan kondisi pasar kembali membaik.

"Sebagian besar pedagang berhenti berjualan akibat tingginya biaya operasional dan minimnya jumlah pembeli," tuturnya. 

Baca Juga : Sukses! Lebaran Yatim Piatu dan Pengajian Akbar di Desa Wates Sumbergempol

Apalagi di Pasar Wage, yang dahulu sebagai pusat garmen dan konveksi kini menjadi sepi seiring dengan persaingan dengan pedagang online. 

Tak tinggal diam, Disperindag terus menyiapkan langkah untuk menghidupkan kembali pasar tradisional, meski revitalisasi fisik dinilai membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Tentu saja, kami mencari solusi dengan berbagai kajian dan semoga ada cara yang efektif agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali meningkat," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan tulungagung disperindag kabupaten tulungagung pasar wage



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan