Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Daftar Fenomena Astronomi Juli 2026, Ada Buck Moon, Hujan Meteor hingga Waktu Terbaik Melihat Bima Sakti

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Jul - 2026, 08:10

Placeholder
Ilustrasi fenomena astronomi. (Foto dari iStock)

JATIMTIMES - Bulan Juli 2026 menghadirkan banyak fenomena astronomi yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari pertemuan Bulan dengan sejumlah planet, hujan meteor, hingga kesempatan terbaik menikmati keindahan galaksi Bima Sakti di langit malam.

Sebagian besar fenomena ini dapat diamati tanpa peralatan khusus, meski penggunaan teropong atau teleskop akan memberikan pengalaman yang lebih maksimal. Bagi pecinta astronomi maupun masyarakat yang ingin menikmati langit malam, berikut jadwal fenomena astronomi sepanjang Juli 2026 sebagaimana dirangkum dari National Geographic.

Baca Juga : Update Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026: Pertamax Turbo hingga Dexlite Lebih Murah

7-8 Juli: Saturnus dan Bulan Tampak Berdampingan

Pada dini hari 7 hingga 8 Juli, Bulan fase kuartal ketiga akan terlihat berdekatan dengan Saturnus di langit bagian timur. Jarak keduanya sekitar sembilan derajat atau kurang lebih selebar satu kepalan tangan jika dilihat dari permukaan Bumi.

Menjelang fajar, Mars serta gugus bintang Pleiades turut menghiasi langit sehingga menciptakan pemandangan yang menarik bagi para pengamat.

11 Juli: Bulan, Mars, dan Pleiades Membentuk Segitiga

Fenomena menarik kembali terjadi pada pagi 11 Juli ketika Bulan sabit tipis membentuk pola segitiga bersama Mars dan gugus bintang Pleiades.

Ketiganya dapat diamati sekitar dua jam sebelum matahari terbit di langit timur dengan jarak yang cukup dekat, sekitar lima derajat. Menggunakan teropong akan membantu melihat lebih banyak anggota gugus Pleiades yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Selain itu, fase Bulan sabit juga menjadi waktu yang ideal untuk mengamati kawah serta detail permukaan Bulan.

14 Juli: Malam Bulan Baru, Momen Terbaik Mengamati Bima Sakti

Malam 14 Juli menjadi salah satu waktu paling dinantikan oleh para pengamat langit karena bertepatan dengan fase Bulan baru.

Tanpa cahaya Bulan, langit akan terlihat jauh lebih gelap sehingga objek langit dalam seperti Gugus Herkules dan Nebula Cincin lebih mudah diamati. Ini juga merupakan kesempatan terbaik untuk melihat inti Galaksi Bima Sakti tanpa bantuan alat optik, terutama dari lokasi yang minim polusi cahaya.

Untuk menemukannya, arahkan pandangan ke rasi Sagitarius yang memiliki bentuk menyerupai teko. Sebaiknya biarkan mata beradaptasi dengan kondisi gelap selama sekitar 30 menit agar objek langit tampak lebih jelas.

17 Juli: Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit

Setelah matahari terbenam pada 17 Juli, Venus akan tampak berdampingan dengan Bulan sabit tipis di langit barat.

Planet paling terang di tata surya tersebut berada sekitar lima derajat dari Bulan sehingga mudah dikenali. Fenomena ini dapat dinikmati selama kurang lebih dua jam sebelum keduanya tenggelam di balik cakrawala.

28-29 Juli: Buck Moon Hiasi Langit Malam

Fenomena Bulan purnama Juli dikenal dengan sebutan Buck Moon. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika yang mengaitkan periode ini dengan pertumbuhan tanduk rusa jantan.

Puncak fase purnama terjadi pada 29 Juli. Namun, pemandangan terbaik justru dapat dinikmati ketika Bulan terbit pada malam 28 Juli maupun saat terbit kembali pada malam 29 Juli. Ketika berada dekat cakrawala, Bulan akan tampak lebih besar akibat efek visual yang dikenal sebagai moon illusion.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Wage 1 Juli 2026: Hari Baik untuk TirakatĀ 

30-31 Juli: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariid

Hujan meteor Southern Delta Aquariid berlangsung sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus, dengan puncak aktivitas pada dini hari 30 dan 31 Juli.

Dalam kondisi langit yang benar-benar gelap, hujan meteor ini mampu menghasilkan hingga sekitar 20 meteor setiap jam. Namun, pada tahun 2026 cahaya Bulan purnama diperkirakan akan mengurangi jumlah meteor yang terlihat sehingga hanya meteor paling terang yang mudah diamati.

Fenomena ini paling ideal disaksikan dari Belahan Bumi Selatan, meski pengamat di wilayah utara masih berpeluang melihat sebagian meteor yang melintas.

30-31 Juli: Alpha Capricornids Ikut Meramaikan Langit

Pada tanggal yang sama, hujan meteor Alpha Capricornids juga mencapai puncaknya.

Jumlah meteor yang muncul memang tidak sebanyak Southern Delta Aquariid, yakni sekitar lima meteor per jam. Meski demikian, Alpha Capricornids terkenal karena sering menghadirkan bola api terang (fireball) yang tetap terlihat meski langit diterangi cahaya Bulan.

Fenomena ini dapat diamati dari kedua belahan Bumi dengan mengarahkan pandangan ke wilayah langit selatan di sekitar rasi Capricornus.

Sepanjang Juli: Komet 10P Kian Mudah Diamati

Selain berbagai fenomena di atas, Juli 2026 juga menjadi waktu yang tepat untuk mengamati Komet 10P yang mengelilingi Matahari setiap sekitar lima tahun.

Pada awal bulan, komet ini masih memerlukan teleskop kecil untuk diamati di sekitar rasi Capricornus. Namun memasuki akhir Juli, tingkat kecerlangannya meningkat sehingga mulai dapat dilihat menggunakan teropong binokuler.

Komet tersebut diperkirakan mencapai tingkat kecerlangan maksimum pada awal Agustus 2026. Karena itu, pengamatan sepanjang akhir Juli menjadi kesempatan yang baik sebelum komet tampil pada kondisi terbaiknya.

Langit Juli 2026 menjadi momen menarik untuk mengamati berbagai fenomena astronomi yang bisa dinikmati di banyak wilayah, terutama saat kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya.


Topik

Peristiwa Fenomena Astronomi Buck Moon Hujan Meteor Bima Sakti



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa