Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Hadapi Bediding, Pemkot Batu Optimalkan 42 Green House Lindungi Tanaman

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Jun - 2026, 19:02

Placeholder
Green House di Kota Batu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Memasuki musim kemarau, para petani di Kota Batu kembali dihadapkan pada fenomena bediding atau suhu dingin ekstrem yang kerap terjadi di kawasan dataran tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya membuat udara terasa lebih dingin, tetapi juga berpotensi mengganggu produktivitas tanaman hortikultura dan bunga hias yang menjadi andalan daerah tersebut.

Mengantisipasi dampak tersebut, Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mendorong pemanfaatan rumah tanaman atau green house yang telah dibangun dan diserahkan kepada kelompok tani.

Baca Juga : Temuan Langka di Singosari: Batu Batolit dan Watu Dakon Berpotensi Ungkap Sejarah Kuno Malang

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan keberadaan green house menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan sehingga tanaman lebih terlindungi dari cuaca ekstrem.

“Kami punya banyak green house yang telah diperbantukan kepada kelompok tani itu bisa digunakan karena lebih aman, suhu dan kondisi tanaman bisa dikontrol,” kata Hendry, Selasa (9/6/2026).

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu mencatat saat ini terdapat 42 unit green house yang tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak 38 unit telah dimanfaatkan oleh kelompok tani, sementara empat unit lainnya masih belum digunakan secara optimal.

Langkah tersebut dinilai penting seiring peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur terkait fenomena bediding di kawasan dataran tinggi. Suhu dingin yang ekstrem dapat memicu terbentuknya embun es yang berisiko merusak tanaman sayuran maupun bunga.

Padahal, sektor hortikultura menjadi salah satu tulang punggung pertanian Kota Batu. Menurut Hendry, pihaknya juga terus memperkuat komunikasi dengan para penyuluh pertanian serta tenaga pendamping yang tersebar di desa dan kelurahan.

Melalui jaringan tersebut, informasi terkait perubahan cuaca dan langkah antisipasi dapat diteruskan kepada sekitar 290 kelompok tani di Kota Batu.

Baca Juga : Petani Apel Kota Batu Beralih ke Sistem Semiorganik, Biaya Turun Hama Berkurang

Ia mengingatkan perubahan musim sering kali memunculkan ancaman penyakit tanaman yang sulit diprediksi. Kondisi berkabut dan kelembapan tinggi dapat memicu berkembangnya virus maupun bakteri yang menyerang tanaman.

“Ketika ada perubahan musim biasanya memunculkan penyakit yang susah diprediksi, kalau ada kabut penyakit nanti mengarah ke virus dan bakteri,” ujarnya.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Batu memastikan bantuan sarana produksi pertanian, termasuk pestisida, tetap menjadi prioritas untuk mendukung keberlangsungan usaha para petani.

“Meski sekarang kondisi efisiensi tetapi hal prinsip dan rutin yang memberikan manfaat kepada petani tetap dianggarkan,” tutup Hendry.


Topik

Peristiwa Musim Kemarau Kota Batu Bediding Pemkot Batu Green House



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa