Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Dari Ide ke Peluang, J. Mahameru Bekali Peserta I-CAN 2026 Strategi Membangun Pengaruh

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

05 - Jun - 2026, 14:29

Placeholder
Rangkaian kegiatan Humaniora I-CAN 2026, sesi bertajuk Affective Presentation oleh J Mahameru (ist)

JATIMTIMES - Kemampuan berkomunikasi kini menjadi salah satu faktor pembeda dalam persaingan karier global. Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, kualitas ide tidak lagi cukup untuk mengantarkan seseorang meraih peluang. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana gagasan tersebut disampaikan, dipahami, dan mampu memengaruhi orang lain.

Isu itu mengemuka dalam rangkaian Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 yang terselenggara belum lama ini, menghadirkan J. Mahameru, M.Sc., M.Litt., penulis bidang self-improvement, Overseas Consultant YOU-I Japan, konsultan UKM untuk pasar Eropa, sekaligus diaspora Indonesia di Britania Raya.

Baca Juga : Tungku Masak Rawan Picu Kebakaran di Kabupaten Malang, Total Kerugian Rp450 Juta

 Dalam sesi bertajuk Affective Presentation, Mahameru menyoroti masih banyaknya individu yang memiliki ide berkualitas, tetapi gagal mengubahnya menjadi peluang karena lemahnya kemampuan komunikasi.

1

Menurut Mahameru, banyak presentasi kehilangan daya pengaruh karena hanya berisi tumpukan data tanpa mampu menjelaskan mengapa sebuah isu penting untuk diperhatikan. Akibatnya, audiens tidak memperoleh alasan yang cukup untuk memahami, menerima, atau bertindak atas pesan yang disampaikan.

"Presentasi yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun pemahaman, memengaruhi cara berpikir audiens, dan mendorong tindakan," ujar Mahameru.

Ia memperkenalkan konsep Affective Presentation yang dibangun melalui empat elemen utama, yakni what, why, solution, dan consequences. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa komunikasi profesional harus mampu menjawab persoalan secara utuh, mulai dari apa masalahnya, mengapa persoalan itu penting, solusi yang ditawarkan, hingga dampak yang muncul jika masalah tersebut diabaikan.

Persoalan kemampuan menyampaikan argumentasi juga menjadi perhatian dalam sesi tersebut. Mahameru menilai kemampuan berpikir kritis dan menyusun argumen yang logis menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor profesi. Karena itu, pelatihan tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga diskusi dua arah yang mempertemukan pandangan pro dan kontra terhadap berbagai isu. Melalui metode tersebut, peserta dilatih mempertahankan pendapat sekaligus memahami perspektif yang berbeda.

Selain aspek substansi, perhatian juga diberikan pada komunikasi nonverbal yang kerap menentukan keberhasilan sebuah presentasi. Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik Standing Up Presentation dan Sitting Down Presentation, termasuk cara mengelola gestur tubuh, kontak mata, intonasi suara, hingga membangun kedekatan dengan audiens.

2

Berbagai praktik langsung dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Setiap peserta berkesempatan mempresentasikan gagasannya dan memperoleh umpan balik secara personal mengenai kekuatan maupun aspek yang perlu diperbaiki.

Baca Juga : Lindungi Pekerja dari Risiko Kerja, BPJS Ketenagakerjaan dan Bumdesma Kediri Perkuat Kolaborasi

Menariknya, pelatihan ini juga menghubungkan kemampuan komunikasi dengan kebutuhan dunia bisnis. Melalui simulasi pemasaran berbasis permainan random words, peserta ditantang menghubungkan kata-kata acak dengan produk atau objek pemasaran tertentu. Latihan tersebut dirancang untuk mengasah kreativitas sekaligus kemampuan menyusun narasi yang meyakinkan.

Dalam simulasi itu, peserta belajar melihat keterkaitan antara faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sebuah produk atau layanan. Mereka dituntut menemukan peluang dari situasi yang tampak tidak berkaitan, kemudian mengubahnya menjadi argumentasi yang logis dan menarik bagi audiens.

Mahameru menegaskan bahwa kreativitas dan komunikasi merupakan dua kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia profesional. "Ide yang baik akan sulit berkembang apabila tidak dapat disampaikan dengan efektif. Sebaliknya, kemampuan komunikasi yang kuat membantu seseorang membangun jejaring, memengaruhi audiens, dan menciptakan peluang baru," katanya.

Materi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini yang menuntut kemampuan presentasi, berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan strategi komunikasi. Kompetensi tersebut dibutuhkan hampir di seluruh bidang profesi, mulai dari bisnis, pendidikan, diplomasi, hingga industri kreatif.

"Di era global yang semakin terhubung, kemampuan berbicara, meyakinkan, dan membangun pengaruh menjadi modal yang sama pentingnya dengan pengetahuan dan keahlian teknis," pungkasnya.


Topik

Pendidikan j mahameru i can 2026 komunikasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana