Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bupati Sanusi Apresiasi Garam Tunnel Sumberoto Donomulyo yang Produksinya Meningkat 8 Ton Per Bulan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - May - 2026, 07:26

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi saat memanen garam dengan metode tunnel di kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/5/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi mengapresiasi kerja keras kelompok petani garam Sumberoto Makmur Sejahtera yang telah memproduksi garam dengan metode tunnel hingga produksi meningkat mencapai delapan ton per hari. 

Sanusi didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring pun berkesempatan melakukan panen garam tunnel di kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Di mana garam tunnel di kawasan ini memiliki kualitas sangat putih dengan kadar NaCl lebih dari 95 persen.

Baca Juga : Blue Matcha vs Green Matcha, Mana yang Lebih Sehat dan Cocok Dikonsumsi?

Pihaknya menyebut, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berkomitmen mendukung penuh pelaksanana produksi garam dengan metode tunnel ini. Di mana Pemkab Malang telah memberikan hibah 32 green house tunnel untuk produksi garam serta 10 green house tunnel dari pemerintah pusat melalui APBN. 

"Kami mengapresiasi progres produktivitas dan inovasi pengkristalan air laut menggunakan rangka tertutup palstik UV sebesar delapan ton per bulan yang dikelola kelompok Sumberoto Makmur Sejahtera," ungkap Sanusi. 

Produk garam dari kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Ia menyampaikan, bahwa di kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo ini terus menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Di mana pada awal dilakukan produksi garam dengan metode tunnel, garam yang dihasilkan satu sampai dua ton per bulan dengan harga Rp 1.500 per kilogram. 

"Tetapi saat ini sudah mencapai delapan ton per bulan dengan harga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga per bulan dapat omset produksi Rp 24 juta dengan biaya produksi Rp 4 juta. Dengan demikian dapat penghasilan Rp 20 juta per bulan," jelas Sanusi. 

Melihat perkembangan yang signifikan ini, pihaknya juga menegaskan bahwa di tahun 2027 mendatang, Pemkab Malang akan memberikan bantuan untuk peningkatan produksi garam hingga dua kali lipat. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian Pemkab Malang serta dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat luas Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Ramalan Zodiak Selasa, 19 Mei 2026: Aries Lebih Reflektif, Leo Waspadai Rekan Kerja Bermuka Dua

Lebih lanjut, Pemkab Malang akan terus memberikan dukungan penuh terhadap produksi garam dengan metode Greenhouse Salt Tunnel (GST) dan Continuously Dynamic Mixing (CDM). Sanusi berharap, garam tunnel ini dapat terus dikembangkan dengan penambahan jumlah tunnel. 

"Pasalnya, garam tunnel saat ini sedang ditunggu-tunggu. Berapapun jumlah produksinya akan tertampung dengan harga Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kilogram," pungkas Sanusi. 


Topik

Pemerintahan Garam Tunnel garam Kesejahteraan Masyarakat Pantai Modangan Bupati Malang Sanusi Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan