Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Hantavirus Terdeteksi di Jatim, Begini Cara Ampuh Usir Tikus dari Rumah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

14 - May - 2026, 12:41

Placeholder
Ilustrasi gambar tikus berada di rumah. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Kasus Hantavirus dilaporkan sempat muncul di Jawa Timur. Meski pasien kini sudah dinyatakan sembuh, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan, terutama dari kontaminasi tikus yang menjadi media penularan penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengungkapkan bahwa kasus positif Hantavirus terdeteksi pada Januari 2026. Pasien tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan dan kini kondisinya telah membaik.

Baca Juga : Dinkes Jatim Konfirmasi Kasus Hantavirus, Penularan Disebut Berasal dari Tikus

"Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikkan, sudah sembuh," kata Erwin, dikutip CNNIndonesia, Kamis (14/5/2026). 

Erwin menjelaskan, awalnya pasien didiagnosis mengalami Leptospirosis karena mengalami gejala demam dan tubuh menguning. Namun, atas arahan Kementerian Kesehatan, sampel pasien kemudian diperiksa lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan infeksi Hantavirus.

"Sebetulnya pasien itu pasien terdiagnosis leptospira. Kemudian karena demam dan kuning sehingga sama Menkes didorong untuk pemeriksaan Hantavirus. Dan ternyata positif," ujarnya.

"Tapi sudah bagus sehingga sekarang sudah tidak ada kasus lagi laporan dari pusat. Dan itu kasusnya Januari 2026," sambungnya.

Meski demikian, Erwin belum merinci identitas maupun asal pasien tersebut karena masih harus melakukan koordinasi internal dengan RSUD dr Soetomo Surabaya.

Menurut Erwin, pemeriksaan Hantavirus dilakukan menggunakan metode PCR melalui sampel darah dan urine pasien. Pemeriksaan itu dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari sistem surveilans nasional.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara Hantavirus dan Leptospirosis. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan tikus, tetapi penyebab penyakitnya berbeda.

"Satu bakteri, satu virus. Dan satu pengobatannya dengan antibiotik kalau Leptospirosis, yang Hantavirus menggunakan daya tahan," jelasnya.

Erwin mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah kontaminasi dari tikus.

"Ya, artinya kalau penularan lewat tikus ya kebersihan menjadi isu penting. Pokoknya jangan sampai kita terkontaminasi atau kontak dengan produk-produk yang terkontaminasi oleh tikus gitu saja. Itu yang lebih banyak. Meskipun belum terdeteksi ya penularan antarmanusia," pungkasnya. 

Baca Juga : Kawal Nasib Guru Honorer 2027, DPRD Jatim Segera Panggil Dindik dan BKD

Seiring ramainya pembahasan Hantavirus, berbagai tips mengusir tikus juga ramai dibagikan di media sosial. Salah satunya datang dari akun YouTube Dapur Aqila yang membagikan cara sederhana untuk mengurangi keberadaan tikus di rumah.

Dalam video tersebut, pemilik akun menggunakan campuran kacang dan bahan pengembang kue atau SP sebagai umpan tikus. Kacang dipilih sebagai alternatif karena diklaim sebagai makanan yang disukai oleh tikus. 

Caranya, kacang terlebih dahulu dihancurkan hingga kasar, lalu dicampur dengan SP atau pengembang yang biasa dijual di toko bahan kue. Setelah tercampur, adonan dibentuk bulat kecil dan diletakkan di area yang sering dilalui tikus.

Pemilik akun menyebut cara tersebut cukup efektif karena tikus tertarik dengan aroma kacang.

Namun, penggunaan metode seperti ini perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama jika di rumah terdapat hewan peliharaan seperti kucing atau anjing agar tidak ikut memakan umpan tersebut.

Selain menggunakan umpan, menjaga kebersihan rumah tetap menjadi langkah paling penting untuk mencegah tikus datang kembali.

Tikus biasanya menyukai tempat lembap, kotor, penuh tumpukan barang, serta area yang memiliki sisa makanan terbuka. Karena itu, masyarakat dianjurkan rutin membersihkan rumah, membuang sampah secara teratur, dan menutup akses masuk tikus di sela-sela bangunan.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di rumah, risiko penularan penyakit seperti Hantavirus maupun Leptospirosis dapat diminimalkan. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik

Kesehatan hantavirus jatim jawa timur cara ampuh usir tikus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri