Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

191 Siswa MIN 2 Kota Malang Ikuti TKA, Penilaian Bergeser ke Literasi dan Numerasi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

20 - Apr - 2026, 17:10

Placeholder
Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan SPdI MPdI memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). (ist)

JATIMTIMES - Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai diterapkan sebagai bentuk evaluasi akhir bagi siswa kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang pada tahun pelajaran ini. Sebanyak 191 siswa mengikuti pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari, Senin - Selasa, (20-21/4/2026) dengan sistem berbasis daring.

Perubahan skema evaluasi ini menggantikan ujian nasional maupun ujian kompetensi daerah (UKD) yang sebelumnya digunakan. Penilaian dalam TKA difokuskan pada kemampuan literasi dan numerasi, disertai komponen lain seperti survei pembelajaran yang merekam pengalaman belajar siswa.

2

Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan SPdI MPdI menyebut pelaksanaan tahun ini merupakan yang pertama bagi madrasah dalam mengikuti format TKA secara penuh. “Untuk ujian akhir sekarang tidak ada lagi ujian nasional maupun UKD (uji kompetensi daerah). Diganti dengan Tes Kemampuan Akademik yang fokus pada literasi dan numerasi,” ujarnya saat ditemui di MIN 2 Kota Malang.

Baca Juga : Keterbatasan Perangkat, 4 SD di Kota Batu Terpaksa Menumpang Ujian TKA di SMP

Seluruh siswa kelas VI dilibatkan tanpa pengecualian. Menurutnya, TKA menjadi salah satu instrumen untuk melihat capaian belajar siswa selama menempuh pendidikan dasar.

“Jumlahnya 191 siswa dan semuanya mengikuti. Ini menjadi tolok ukur untuk melihat proses pembelajaran selama enam tahun,” kata Nanang.

1

Pelaksanaan TKA dilakukan dalam satu sesi dengan pembagian peserta ke dalam 10 ruang ujian. Sistem berbasis daring membuat kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama. Madrasah menyiapkan sejumlah perangkat komputer atau gawai yang kompatibel dengan aplikasi TKA, termasuk memastikan setiap ruang memiliki akses jaringan yang memadai.

Selain itu, penguatan konektivitas dilakukan dengan memaksimalkan jaringan internet utama dan menyiapkan alternatif jaringan cadangan untuk mengantisipasi gangguan teknis. Stabilitas listrik juga menjadi bagian dari kesiapan, dengan langkah antisipatif seperti pengecekan instalasi serta koordinasi internal selama pelaksanaan ujian.

3

“Karena berbasis online, kami memastikan perangkat yang digunakan siswa mendukung aplikasi. Internet harus stabil, dan kami juga mengantisipasi kemungkinan gangguan jaringan maupun listrik agar tidak menghambat jalannya ujian,” ujarnya.

Pengaturan teknis juga mencakup kesiapan ruang ujian, pengawasan, serta pengondisian siswa agar dapat mengerjakan soal secara optimal. Setiap ruang diisi sesuai kapasitas dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kelancaran akses perangkat.

Dari sisi materi, bentuk soal dalam TKA menuntut pendekatan yang berbeda dibanding pola ujian sebelumnya. Soal disusun berbasis stimulus dengan narasi yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum dijawab.

Baca Juga : Lepas 227 Jemaah Haji Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ingatkan Jaga Kesehatan Mental demi Fokus Ibadah

“Soalnya berbasis cerita. Ada stimulus, kemudian pertanyaan. Bentuknya bisa pilihan ganda kompleks, menjodohkan, atau pilihan ganda biasa. Anak-anak harus memahami konteks, tidak bisa langsung menjawab,” kata Nanang.

Menurutnya, model ini mendorong kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Madrasah telah melakukan penyesuaian melalui pembiasaan belajar, termasuk latihan soal berbasis literasi dan numerasi dalam kegiatan harian serta try out.

“Anak-anak sudah dibiasakan dengan soal seperti itu, baik melalui pembinaan pagi maupun latihan. Tujuannya agar mereka terbiasa membaca, memahami, lalu menganalisis,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil TKA berpotensi menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP negeri. Komposisi penilaian yang beredar menggabungkan hasil TKA dan nilai rapor.

“Informasinya, sekitar 40 persen dari TKA dan 60 persen dari rapor. Ini yang menjadi acuan sementara,” kata Nanang.

Pelaksanaan TKA di MIN 2 Kota Malang dijadwalkan selama dua hari, dengan hari pertama untuk numerasi dan hari kedua untuk literasi. Hasil akhir ujian akan dikoordinasikan oleh kementerian terkait, sementara pihak madrasah menunggu proses pengolahan sebagai bagian dari evaluasi capaian akademik siswa.


Topik

Pendidikan MIN 2 Kota Malang TKA Tes Kemampuan Akademik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madura Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan