JATIMTIMES - Jalan Raya Bandar Kedungmulyo masih menjadi momok kemacetan saat mudik lebaran Idul Fitri di Jombang. Untuk antisipasi kemacetan, polisi telah menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas di jalur arteri tersebut.
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Anjar Rahmad Putra mengungkapkan, Jalan Raya Bandar Kedungmulyo masih akan dihantui kepadatan kendaraan selama arus mudik lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalan arteri ini akan dipadati kendaraan warga yang akan mudik ke kampung halaman.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Menurutnya, kepadatan di Jalan Raya Bandar Kedungmulyo ini merupakan dampak kemacetan di Simpang Mengkreng Kediri yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
Kemacetan kendaraan dari arah Jombang ke Nganjuk dan Kediri ini bisa mengular hingga ke Jalan Raya KA Bandar Kedungmulyo sejauh 2,5 KM. Ditambah lagi, setiap 30 menit sekali perlintasan rel KA Bandar ditutup karena melintasnya kereta api. Sehingga akan menambah panjang kepadatan kendaraan.
"Kalau penyebab kemacetan kita itu di rel KA Bandar itu, karena setiap 30 menit sekali ada kereta melintas. Sehingga ini akan menambah antrean kepadatan yang mengular sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo," ujarnya saat dimkonfirmasi wartawan, Senin (16/03/2026).
Anjar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan kendaraan di Jalan Raya Bandar Kedungmulyo. Pertama, ia akan melakukan contraflow dari Rel KA Bandar sampai ke Simapang Mengkreng Kediri sejauh 2,5 Km.
Contraflow dilakukan dengan menutup arus kendaraan dari Kediri dan Nganjuk. Kemudian arus kendaraan dari Jombang menarik kendaraan dengan menggunakan satu arah ke barat atau ke arah Simpang Mengkreng Kediri. Petugas juga akan mengalihkan arus dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo menuju Simpang 3 Jatipelem ke arah Kunjang, Pelemahan, Simpang 4 Papar, lalu ke arah Kediri.
"Pola kita jika kepadatan sampai di Exit Tol Bandar, nanti akan kita belokkan ke Kiri arah Jalan Raya Jatipelem. Atau mungkin bahkan selanjutya Exit Tol Bandar akan kita tutup total, termasuk Nganjuk. Nanti kita alihkan ke Exit Tol Mojokerto atau Tembelang," terangnya.
Disampaikan Anjar, kepadatan kendaraan di jalan nasional ini akan terjadi tepat di Hari Raya Idul Fitri hingga H+1 dan H+2. Oleh karena itu, ia telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang bisa digunakan para pemudik.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
Yaitu dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo ke Simpang 3 Jatipelem ke arah Kunjang, Pelemahan, Simpang 4 Papar, lalu ke arah Kediri. Sedangkan kendaraan dari arah Surabaya di jalur arteri bisa melewati Simpang 4 Gatot Subroto, Jalan KH Hasyim Asy'ari, Jalan Raya Cukir, Simpang 3 Blimbing, Simpang 3 Kesemen, Simpang 4 Pelemahan, Simpang 4 Papar, lalu ke arah Kediri atau Nganjuk.
"Kita sudah siapkan banyak jalur alternatif. Kita bisa turunkan kendaraan dari Exit Tol Mojokerto ke arteri, atau dari Exit Tol Bandar menuju Jalan Raya Jatipelem," kata Anjar.
Selama Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Jombang menyiagakan 161.243 personel gabungan polisi, TNI, dan relawan. Khusus untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polres Jombang telah membentuk Tim Buraq sebanyak 15 personel.
"Tim Buraq sebagai tim reaksi cepat urai macet dan pelayanan terhadap masyarakat di jalan bagi yang membutuhkan," pungkasnya.(*)
