Pastor Anti-Islam Juga Pernah Dilarang Masuk ke Singapura | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pastor Anti-Islam Juga Pernah Dilarang Masuk ke Singapura

May 19, 2022 08:13
Ustaz Abdul Somad (UAS) (Foto: Instagram)
Ustaz Abdul Somad (UAS) (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Kabar ditolaknya Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh pemerintahan Singapura saat ini tengah menjadi sorotan. Bahkan berita ini juga turut disorot oleh media internasional. 

Namun, sebelum Ustaz Abdul Somad (UAS), Singapura ternyata juga pernah mencekal masuk seorang pastor asal Amerika Serikat (AS). Pendeta itu ditolak masuk karena pernah menyinggung umat Muslim.

Baca Juga : Beberapa Lembaga Yang Berencana Bangun Huntara Tak Bisa Dihubungi

Pastor asal AS itu diketahui bernama Lou Engle. Lou ditolak masuk ke Singapura pada tahun 2019. 

Ia ditolak masuk karena pernah berkomentar miring terkait umat Islam saat berbicara di sebuah acara setahun sebelumnya, yakni pada bulan Maret 2018.

Kala itu, Lou menyampaikan khotbah di depan jamaah Singapore Christian Church. Menurut kesaksian jamaah, Lou berbicara menjelek-jelekkan agama Islam. 

Selama ini, Lou memang dikenal sebagai pastor yang 'Anti Islam'. Dikutip dari mothership.sg, karena ceramah 'Anti Islam' itu, Lou lantas dilarang berceramah lagi di Singapura. 

Sebelum keputusan cekal itu keluar, Lou sempat dipanggil Kepolisian Singapura untuk diinterogasi, namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut. 

Sebagai informasi, penceramah agama, baik Kristen maupun agama lainnya wajib untuk melamar visa khusus yang disebut Misscelaneous Work Pass (MWP). MWP ini didapatkan dengan bantuan sponsor yang mengajukan berkas ke Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA).

Baca Juga : Berbalut Halal Bihalal, Rumah Sedekah NU Konsisten Berbagi

Karena ulah Lou itu, MHA pun memperingatkan kepada pastor-pastor lokal yang membantu pastor asal AS itu untuk memperoleh MWP, agar lebih berhati-hati lagi dalam memilih penceramah.

Pihak MHA lantas melarang Lou Engle untuk masuk ke Singapura selama 1 tahun sejak keputusan itu ditetapkan. Sementara, pastor-pastor lokal Singapura memohon maaf kepada umat Muslim Singapura atas komentar Lou yang ofensif itu.

Tak cuma itu, pada September 2017, pemerintah Singapura juga menolak masuk 2 orang penceramah Kristen dari luar negeri yang hendak menghadiri acara di Singapura. Kedua penceramah Kristen itu ditolak karena mereka membuat komentar yang merendahkan dan menyerang agama lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
deportasi singapura Ustaz Abdul Somad

Berita Lainnya