Tsamara Amany Akhirnya Buka Suara soal Cap Kadrun dan  Antek Yaman usai Mundur sebagai Kader PSI | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tsamara Amany Akhirnya Buka Suara soal Cap Kadrun dan Antek Yaman usai Mundur sebagai Kader PSI

Apr 27, 2022 10:18
Tsamara Amany (Foto: Instagram)
Tsamara Amany (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Tsamara Amany akhirnya buka suara setelah dituding kadrun, sebutan warganet bagi kelompok anti-Jokowi, usai memutuskan mundur sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tsamara mengaku terkejut dengan berbagai serangan yang ia terima belakangan ini. Bahkan, serangan itu juga menyasar ke sang suami, Ismail Fajrie Alatas.

Baca Juga : Kisah Rasulullah SAW saat Mendengar Suara Mayat Disiksa di Alam Kubur

"Saya nggak menyangka karena selama saya berkarier di politik, saya selalu percaya bahwa Indonesia itu tempat di mana toleransi itu ada," kata Tsamara. 

Lebih lanjut, Tsamara mengaku sebenarnya tidak masalah jika dirinya mendapat label apa pun, termasuk kadrun. Namun, Tsamara tak terima saat serangan itu berbau rasialisme.

Tsamara lantas mengatakan cuitan itu sudah mengandung ancaman pemusnahan etnis. Ia merasa perlu berbicara lantang untuk menentang hal tersebut.

Hal itulah yang membuat dia  sampai mention Polri di akun Twitter miliknya.  "Saya sampai mention Polri itu bukan karena label yang diberikan kepada saya, tetapi yang lebih parah yang menyerang itu menyampaikan hate speech dan dia mengatakan mau melakukan eksterminasi seperti yang dilakukan Nazi di Jerman," kata Tsamara.
 
Namun, Tsamara mengaku tidak berniat membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Tsamara lebih memilih untuk melanjutkan aktivitasnya di bidang perempuan.

Sebelumnya, Tsamara mendapat serangan dari sejumlah pihak usai memutuskan keluar dari PSI. Sejumlah warganet menuding dirinya pro-Anies Baswedan dan anti-Jokowi. Tsamara dan suaminya mendapat label kadrun. Bahkan beberapa warganet juga menyebut Tsamara sebagai antek Yaman -sebutan bagi FPI dan simpatisannya.

Sebelumnya, Tsamara sempat mencolek  polisi karena disebut kadrun oleh salah seorang warganet usai memutuskan hengkang dari PSI. Ia melapor ke akun Twitter resmi Divisi Humas Polri.

Baca Juga : Mau Yang "Kuburan" atau Lapindo, Mi Ayam Bledek dengan 13 Rasa Unik di Malang

Tsamara mempermasalahkan sebuah cuitan dari warganet dengan akun Twitter @xeriaz_marhaenisi. "Halo, tolong @DivHumas_Polri. Ini keterlaluan. Bukan nasionalisme. Jelas fasisme....." tulis Tsamara melalui akun Twitter @TsamaraDKI.

Keresahan yang sama juga diungkapkan Ismail Fajrie Alatas, suami Tsamara. Ia juga mengutip cuitan yang sama dengan Tsamara melalui akun Twitter @ifalatas. 

Ismail menilai cuitan itu sebagai pernyataan rasialisme. Ia menyebut pembuat cuitan sebagai seorang fasis. "Hal terbaru dalam rentetan ujaran kebencian rasis yang ditujukan kepada
@TsamaraDKI dan saya (alias suaminya juga berotak licik) dari seorang fasis yang katanya 'nasionalis'," cuit Ismail.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tsamara Amany Kadrun

Berita Lainnya