Bukan Hanya Migor, Menteri BUMN Sebut Sektor Pertanian Juga Ada Mafia Bibit | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bukan Hanya Migor, Menteri BUMN Sebut Sektor Pertanian Juga Ada Mafia Bibit

Apr 24, 2022 16:01
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kala memberikan kuliah umum di Universitas Padjajaran (Unpad) yang disiarkan juga melalui YouTube, Sabtu (23/4/2022) (Ist)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kala memberikan kuliah umum di Universitas Padjajaran (Unpad) yang disiarkan juga melalui YouTube, Sabtu (23/4/2022) (Ist)

JATIMTIMES - Bukan hanya minyak goreng (Migor), dalam sektor pertanian, juga terdapat adanya mafia bibit. Hal ini diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kala memberikan kuliah umum di Universitas Padjajaran (Unpad) yang disiarkan juga melalui YouTube Inovkor, Sabtu (23/4/2022).

Dijelaskannya, adanya mafia-mafia tersebut berimbas pada kualitas hasil panen para petani yang menurun. Hal ini tentunya ulah mafia yang memberikan bibit-bibit kepada para petani yang kualitasnya tidaklah begitu bagus.

Baca Juga : Bisnis Jajanan Jadul, Cuan Jadi Ngumpul

"Karena bibit pun ada mafianya. Banyak petani mendapat bibit yang hybrid, yang salah, sehingga ketika tumbuh tidak menghasilkan yang baik (hasil panen)," ujarnya.

Meskipun begitu, Erick tidak menjelaskan secara detail siapa saja mafia-mafia bibit tersebut. Namun, untuk mengawal hasil panen yang baik, PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan pengawasan dan mendampingi agar kualitas bibit yang diterima para petani benar-benar berkualitas.

"PT Pupuk Indonesia mendampingi, memberikan pupuk tepat waktu, bibit yang benar," ungkap Erick.

Untuk semakin menjamin kemakmuran para petani, pemerintah juga mempunyai program Makmur, dimana para petani bisa mendapatkan pembiayaan dari bank-bank Himbara.

Selain itu, pemerintah juga memberikan asuransi gagal panen. Sehingga, ketika para petani gagal panen, maka mereka akan mendapatkan asuransi. 

"Ketika petani gagal panen, ada Jasindo," jelasnya.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Gelar Rakor Angkutan Lebaran Rumuskan Langkah Antisipatif Wujudkan Kelancaran Arus Mudik

Dan yang paling penting, ditegaskan Erick, BUMN bersama swasta kita menjadi off taker pada sejumlah hasil panen para petani, seperti jagung, padi, kopi, kelapa sawit, dan gula tebu.

"Memang belum semua, belum bisa cabai, belum bisa bawang, karena memang kita korporasi, kita harus mencari dana sendiri. Alhamdulillah dari target 50 ribu hektar, sekarang sudah 80 ribu hektar menuju 200 ribu hektar," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Erick Tohir mafia minyak goreng

Berita Lainnya