Disebut Bakal Nyapres 2024, Muncul Desakan 4 Menteri Ini Mundur dari Jabatannya | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Disebut Bakal Nyapres 2024, Muncul Desakan 4 Menteri Ini Mundur dari Jabatannya

Apr 15, 2022 08:59
Pemilu (Foto: westpapuadaily.com)
Pemilu (Foto: westpapuadaily.com)

JATIMTIMES - Politikus senior PDIP Panda Nababan sempat mengungkap ada 4 orang menteri Kabinet Indonesia Maju yang telah menyatakan ingin maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Panda Nababan awalnya mengaku yakin bahwa Jokowi menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden sejak awal ide itu muncul. Panda lalu mengungkap sekelumit cerita dari balik tembok Istana soal 'persiapan' Pemilu 2024. Panda mengatakan Jokowi sudah mengumpulkan menteri-menterinya dan bertanya soal hasrat mereka maju Pilpres 2024. 

Baca Juga : Safari Ramadan Berganti Silaturahmi Ramadan, Komitmen Pemkot Batu Beri Santunan

Sejumlah menteri telah menyatakan keinginannya untuk bertarung di Pilpres 2024 ke Jokowi. Mereka ialah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Sandiaga Uno dan Ketua DPR RI Puan Maharani. 

Selain itu ada pula Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Namun, kata Panda, jawaban Prabowo tak selugas 4 tokoh lainnya.

"Dia tanya Prabowo, dia bilang, 'Kalau ada izin bapak', kata Prabowo," ujar Panda.

Tak ayal, desakan agar 4 menteri tersebut mundur pun mencuat. Desakan pertama datang dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Mardani mendesak para menteri yang berniat maju sebagai capres untuk mundur dari jabatannya. 

"Secara etika dan pembelajaran publik bagus mundur, secara etika," kata Mardani. 

Ia mengatakan keinginan untuk maju capres di Pilpres 2024 adalah hak setiap orang. Namun, Mardani mengatakan tugas menteri tidak mudah.

Anggota Komisi II DPR itu juga mengingatkan kondisi masyarakat saat ini. Menurut Mardani, Jokowi butuh pembantu yang fokus mengurus urusan rakyat.

Baca Juga : Lima Pejabat Negara "Turut Serta" dalam Aksi Aliansi Cipayung Kota Malang

"Kondisi rakyat yang berat dan geopolitik global yang berubah pascaserangan Rusia ke Ukraina dan pandemi bukan urusan ringan. Pak Jokowi perlu pembantu yang fokus urus rakyat. Urusan perpanjangan tetap harus diwaspadai. Karena politic is the art of impossibility, politik itu seni ketidakmungkinan," ujar Mardani. 

Selain Mardani, desakan mundur juga datang dari Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI Saan Mustopa. Saan mengaku khawatir niat nyapres malah mempengaruhi kinerja para menteri.

"Tapi, yang paling penting niat mereka untuk maju di 2024 itu tidak mengganggu kinerja mereka secara utuh," kata Saan.

Ia menilai konsentrasi para menteri yang ingin nyapres justru akan terpecah. Menurutnya, hal itu bisa mengganggu kinerja pemerintah. Saan juga mengatakan selama ini pejabat yang mau maju kontestasi biasanya mundur dari jabatannya. Alasan lain, jika menteri tidak mundur dinilai akan mengganggu kerja pemerintahan Presiden Jokowi.

"Menurut saya, misalnya nanti benar-benar serius mau maju, kalau memang sudah men-declare mereka maju, ya sebaiknya mundur saja, untuk konsentrasi menyiapkan diri lebih maksimal untuk menghadapi pencapresan. Yang kedua, tentu tidak mengganggu kinerja pemerintahan Pak Jokowi secara umum," ujar Saan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pilpres 2024 menteri yang maju jadi capres nama menteri capres

Berita Lainnya