Film Ketiga Keimanan Martin, Silence: Kisah Miris Pemeluk Kristen Abad 17 di Jepang | Madura TIMES

Film Ketiga Keimanan Martin, Silence: Kisah Miris Pemeluk Kristen Abad 17 di Jepang

Apr 04, 2021 16:19
Cuplikan Film Silence (IST)
Cuplikan Film Silence (IST)

INDONESIATIMES - Kisah-kisah figur keagamaan terus dieksplorasi para sutradara film kenamaan. Tak terkecuali dengan sutradara film Amerika Serikat, kelahiran 1942 bernama Martin Scorsese.

Sutradara kenamaan yang awalnya bercita-cita menjadi pastor ini, tercatat begitu tertarik dengan tema-tema keagamaan yang akhirnya disutradarainya. Walau pun mungkin banyak tone karyanya yang dikenal hedon, gelap, kelam, dan dipenuhi kekerasan. Tapi Martin ternyata sukses pula menjembatani sisi kelam manusia dalam berbagai filmnya di beberapa judul bertema keagamaan.

Baca Juga : Berencana Date Bareng Pasangan? Intip Inspirasi Outfit ala Hijabers Ini Yuk!

Kita mungkin masih ingat dengan film The Last Temptation of Christ-nya Martin Scorsese yang dirilis 1988. Kisah terkait kehidupan Yesus Kristus yang diperankan oleh Willem Dafoe. Atau film Kundun (1997) yang menceritakan perjalanan Dalai Lama, sejak kecil hingga dewasa di tengah pergolakan Cina dan Tibet.

Nah, dalam momen paskah, tak rugi kiranya Anda juga untuk menonton film besutan Martin lainnya terkait keimanan umat Kristiani. Film tersebut berjudul Silence. Sebuah film cukup lama, yaitu rilis tahun 2016. Walau film lama, Silence yang diadaptasi dari novel tahun 1966 karya Shusaku Endo dengan judul yang sama, bisa dikatakan masih layak untuk ditonton.

Bahkan Martin dalam sebuah wawancara dengan America Magazine pada Desember 2016, pernah menyampaikan, “…Ini menjadi sebuah obsesi, ini telah dilakukan... ini adalah sebuah kisah nyata yang menakjubkan dan kuat, sebuah cerita seru dalam sebuah cara…” ucapnya.

Lantas seperti apakah film Silence Martin yang menyabet nominasi Oscar untuk Sinematografi Terbaik di Academy Awards ke-89.

Dikutip dari Wikipedia, Silence merupakan sebuah film drama periode sejarah. Berlatar belakang Nagasaki, Jepang, Silence bertutur tentang penindasan terhadap umat Kristiani. Ditulis Jay Cocks, dan dibintangi oleh Andrew Garfield sebagai Sebastiao Rodrigues, Adam Driver sebagai Francisco Garupe, Shinya Tsukamoto sebagai Mokichi, Liam Neeson sebagai Yesuit Cristovao Ferreira, serta beberapa pemain lainnya.

Film dibuka dengan prolog dari seorang imam Yesuit Portugis muda Cristovao Ferreira yang menyaksikan penyiksaan orang-orang Jepang yang berpindah agama saat ia berusaha untuk membawa iman Kristen. Orang-orang yang telah memeluk Kristen disiksa dengan cara disalib dan disiram dengan air panas, segayung demi segayung. Air belerang panas itu tumpah di tubuh-tubuh telanjang yang tersalib.

Penyiksaan lainnya diperlihatkan, di mana para pemeluk Kristen diikat dan ditenggelamkan di lautan. Berbagai siksaan itu dimaksudkan agar mereka murtad dari agama yang dipeluknya.

Baca Juga : Mengenal Kue Apem dan Tradisi Megengan di Tulungagung, Begini Filosofinya...

Hingga akhirnya, seorang imam Yesuit Italia Alessandro Valignano, mendapatkan kabar bahwa imam Ferreira (dimainkan oleh Liam Nesson) menyangkal imannya di Jepang setelah disiksa. Tidak percaya, murid-murid Portugis Ferreira, imam Yesuit Sebastiao Rodrigues dan Francisco Garupe, memutuskan untuk mencarinya.

Perjalanan inilah yang akan semakin memperjelas, bagaimana berbagai penyiksaan terhadap umat Kristiani dilakukan. Hanya ada satu cara agar mereka tak disiksa dan lepas dari kematian, yaitu murtad.

Silence sebagai film ketiga Martin terkait keagamaan/keimanan, banyak mendulang apresiasi. Peter Travers dari Rolling Stone, menyampaikan Silence merupakan film paling menggerakkan spiritualitas sampai sekarang.

Senada, Emma Green dari The Atlantic mengatakan, "Ini adalah apa yang membuat film Scorsese sangat radikal dan sangat tak seperti beberapa film tentang agama. Ini benar-benar seni.”

 

Topik
martin scorsese film silence film perjuangan umat kristiani The Last Temptation of Christ kundun abad 17 jepang Dunia Film

Berita Lainnya