Dulunya Dikenal Miskin, Ini Negara yang Kini Sangat Makmur dan Tak Miliki Hutang | Madura TIMES

Dulunya Dikenal Miskin, Ini Negara yang Kini Sangat Makmur dan Tak Miliki Hutang

Mar 28, 2021 08:59
Potret negara Liechtenstein (Foto: Getty Images).
Potret negara Liechtenstein (Foto: Getty Images).

INDONESIATIMES - Kecil-kecil cabe rawit, ungkapan ini nampaknya layak disematkan untuk negara yang satu ini. Bagaimana tidak, dulunya dikenal sebagai negara miskin, kini tajir bukan main.

Namanya, cukup asing bagi orang Indonesia. Bahkan, tanah dari negara ini pun tak begitu luas, tapi tajirnya luar biasa. Negara itu bernama Liechtenstein.

Baca Juga : Di Tulungagung, Istilah Bermusuhan Disebut dengan Kata Satru atau Geting

Menjadi deretan dari salah satu negara terkecil di dunia, luas dari negara ini hanya 160 kilometer persegi dengan letak geografis pegunungan. Liechtenstein disebut sebagai Double Landlocked alias terkunci dobel. Negara ini juga berbatasan langsung dengan Swiss dan Austria yang juga adalah Landlocked.

Dilansir dari berbagai sumber, Liechtenstein dulunya adalah daerah pedesaan miskin di Lembah Alpen yang terdiri atas wilayah Schellenberg dan Vaduz. Pedesaan ini akhirnya dibeli oleh Pangeran Johannn Adam dari Dinasti Liechtenstein pada tahun 1699 dan 1712.

Dinasti Liechtenstein atau Das Furstenhaus von Liechtenstein ini merupakan salah satu dinasti aristokrat yang terpandang dan dikenal memiliki kekayaan melimpah di Kekaisaran Hasburg, Austria.

Sayangnya, meski terpandang, Dinasti Liechtenstein tidak memiliki wilayah kekuasaan. Sehingga, dinasti ini tidak memiliki jatah satu kursi pun di parlemen Austria.

Setelah membeli dua wilayah di Pegunungan Alpen, akhirnya Dinasti Liechtenstein memiliki status penguasa suatu wilayah sebagai syarat untuk mendapatkan kursi di Parlemen Austria di Wina.

Akan tetapi, desa miskin ini tak langsung mentereng begitu dibeli oleh Liechtenstein. Perlu waktu 200 tahun sampai akhirnya seorang pangeran datang dan tinggal di sana. Ia, Pangeran Franz Josef II yang mulai berdomisili pada tahun 1938.

Semenjak itu, sang pangeran berupaya untuk mengubah desa miskin tersebut menjadi negara maju. Semua usaha yang dilakukan tak sia-sia, karena kini Liechtenstein menjadi salah satu negara paling makmur di Eropa. Kok bisa?

Baca Juga : Dukung Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional, Mendes PDTT: Beliau Sangat Layak

Di balik gunung, akhirnya negara ini diakui kaya. Hal itu, tak lepas dari banyaknya perusahaan yang terdaftar dan memiliki domisili di Liechtenstein. Saking banyaknya, perusahaan ini bahkan lebih banyak dari jumlah penduduknya sendiri. Yang menurut data statistik, di tahun 2019, jumlah penduduk Liechtenstein sebanyak 38.378 jiwa.

Namun, perusahaan-perusahaan yang terdaftar ini rupanya, tak benar-benar memiliki kantor pusat di Liechtenstein. Mayoritas hanya kantor kecil untuk mengurusi administrasi dan persuratan. Makanya, Liechtenstein dijuluki pula sebagai Negara Po Box alias Kotak Surat.

Dengan banyaknya investor, negara ini memiliki pemasukan yang melimpah. Kerajaan juga sangat disiplin dan efisien dalam mengelola anggaran negara.

Dengan kemakmurannya saat ini, Liechtenstein merupakan negara yang tidak memiliki hutang. Tak hanya kaya, negara ini juga diklaim sangat aman. Saking amannya, Liechtenstein tidak memiliki angkatan militer satupun lho.

Berada di Pegunungan Alpen, Liechtenstein tak memiliki bandara. Kerajaan pun seperti tak ada niatan untuk membangun bandara. Karenanya, jika ada wisatawan yang ingin liburan ke sana, harus lebih dulu mampir ke Swiss. Tak perlu lama untuk menjelajahi negara kecil ini, cukup sehari saja kalian akan menyelesaikan berbagai destinasi wisata di sini.

Topik
negara miskin negara makmur Liechtenstein pegunungan alpen

Berita Lainnya