Nelayan Hilang di Laut, Masyarakat Minta Pemda Sumenep Beri Perhatian Khusus Keluarga Korban | Madura TIMES

Nelayan Hilang di Laut, Masyarakat Minta Pemda Sumenep Beri Perhatian Khusus Keluarga Korban

Mar 07, 2021 18:04
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh sewaktu dikonfirmasi awak media di kediamannya (Foto: Syaiful Ramadhani/SumenepTIMES)
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh sewaktu dikonfirmasi awak media di kediamannya (Foto: Syaiful Ramadhani/SumenepTIMES)

SUMENEPTIMES - Setengah bulan lamanya 3 orang nelayan yang mengalami laka laut pada Senin (15/2/2021) lalu, di perairan Giligenting, Kabupaten Sumenep belum juga ditemukan.

Ketiga anak buah kapal (ABK) dari KM Brasil II yang masih belum ditemukan itu adalah Zainuddin alias Endin warga Desa Kapedi, kemudian Juma’awam dan Harun warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep.

Baca Juga : Olahraga Salah Satu Pilihan Terbaik Jaga Imunitas di Masa Pandemi

Paska kejadian itu, sejumlah nelayan terus gencar melakukan pencarian terhadap ketiga korban hingga menyisir ke beberapa tempat yang diduga merupakan TKP tenggelamnya kapal nahas tersebut.

Berhubung tidak ada tim penyelam yang bisa turun di sekitar lokasi yang diperkirakan kedalamannya mencapai sekitar 40 meter ke dasar laut, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.

Kepala Desa Lobuk Moh. Saleh berharap adanya bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep agar ada upaya menerjunkan tim penyelam untuk memastikan bahwa di sekitar TKP itu tidak ada jasad korban.

"Permintaan ini, merupakan keinginan dari seluruh masyarakat desa dan pihak keluarga korban," katanya saat ditemui media, Minggu (7/3/2021).

Pihaknya bersama warga setempat akan merasa puas, jika sudah dilakukan penyelaman dan tidak ditemukan jasad dari para korban. Ini hanya untuk memastikan saja

"Karena untuk menyelam di kedalam sekitar 40 meter itu dari hasil koordinasi kami dengan pasukan katak di Surabaya harus orang yang benar-benar profesional dengan teknik dan keahlian khusus," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga sangat berharap ada perhatian khusus dari Pemda Sumenep untuk keluarga korban. Sebab, hal ini murni merupakan kecelakaan laut.

"Kalau untuk bantuan kayaknya belum. Artinya, dari pemerintah itu belum, kalau dari kami (desa, red) sudah," ucapnya.

Baca Juga : Update: Sebelum Meninggal di Coban Rais, Korban Sempat Mengeluh dan Tergeletak Lemas

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep Abd Rahman Riadi menyatakan, pihaknya bersama seluruh tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah melakukan berbagai upaya pencarian. Namun, ketiga korban laka laut tersebut juga belum ditemukan.

"Kalau kita dari sisi akurasi pencarian kan sudah. Ini sebenarnya adalah kewenangan Basarnas," katanya.

Disinggung perihal bantuan terhadap keluarga para korban, Rahman menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan dari ahli waris maupun keluarga korban.

"Makanya kami minta itu, bisa lewat aplikasi (e-Sutanggap, red). Nanti ahli warisnya siapa minta surat keterangan kematian dari kepolisian dan puskesmas," jelasnya.

Jika sudah mengajukan, maka bantuan baru bisa dicairkan menyesuaikan dengan Peraturan Bupati Sumenep. 

"Nominalnya sesuai dengan Perbup itu Rp 2,5 juta," pungkasnya.

Topik
laka laut perairan giligenting kepala desa lobuk BPBD Kabupaten Sumenep berita kabupaten sumenep

Berita Lainnya