Kasus BPNT Tak Kunjung Selesai, Alpart Beri Hadiah Sekda Pamekasan Pakaian Dalam Wanita | Madura TIMES

Kasus BPNT Tak Kunjung Selesai, Alpart Beri Hadiah Sekda Pamekasan Pakaian Dalam Wanita

Feb 24, 2021 16:28
Sejumlah pakaian dalam wanita yang dipajang di depan kantor Bupati Pamekasan (Foto:Rozy)
Sejumlah pakaian dalam wanita yang dipajang di depan kantor Bupati Pamekasan (Foto:Rozy)

PAMEKASANTIMES - Sejumlah massa aksi dari Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart)  kembali demo di depan kantor Bupati Pamekasan.

Alpart menuntut Sekda Pamekasan Totok Hartono selaku Ketua Tim Koordinasi (Tikor) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) lengser dari jabatannya, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga : 5.600 Pedagang hingga Petugas Pasar di Pamekasan Akan Divaksin Covid

Dalam aksinya, mereka menghadiahi Sekda Pamekasan pakaian dalam wanita yakni BH (bra) dan celana dalam (CD) yang digantung di pagar kantor karena dianggap gagal dalam mengemban amanah sebagai Tikor BPNT wilayah Pamekasan.

Dalam aksi tersebut, Tikor yang paling paham dan mempunyai kebijakan tertinggi terkait tindaklanjut agen e-warung yang bermasalah tidak menemui massa aksi.

Menurut korlap aksi Basri, hadiah pakaian dalam wanita itu merupakan simbol kekecewaan kepada Tikor BPNT Pamekasan yang dianggap tutup mata dalam menangani kasus agen BPNT bermasalah di Kabupaten berjuluk Bumi Gerbang Salam itu.

"Sebaiknya Tikor BPNT Pamekasan segera mundur dari jabatannya karena tidak becus mengurus agen-agen e-Warung yang bermasalah di Pamekasan," teriaknya.

Basri menambahkan, banyaknya agen yang melakukan pemaketan sembako dan menjual di atas harga pasaran hingga kualitas beras yang dianggap tidak layak dan tidak sesuai dengan pedoman umum (pedum) BPNT diduga terjadi karena ada persekongkolan sejumlah pihak guna mencari keuntungan.

"Kalau tidak ada main mata tidak mungkin kasus ini mengendap tanpa ada solusi hingga saat ini," jelas Basri.

Baca Juga : Longsor Berujung Maut, 5 Santriwati Pesantren Annidzomiyah Meninggal Dunia

Selain Sekda Pamekasan, Alpart juga mendesak Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarsun hingga Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman juga mengundurkan diri karena dianggap lalai mengawal kasus tersebut.

Sementara itu, Ketua Tikor BPNT Kabupaten Pamekasan Totok Hartono belum memberikan keterangan sampai berita ini ditulis.

 

 

Topik
Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Sekda Pamekasan kasus bpnt Berita Pamekasan

Berita Lainnya