SBY Sebut Kritik Itu Obat dan Pujian  sebagai Gula, Sindir Jokowi? | Madura TIMES

SBY Sebut Kritik Itu Obat dan Pujian sebagai Gula, Sindir Jokowi?

Feb 14, 2021 10:58
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Instagram @aniyudhoyono).
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Instagram @aniyudhoyono).

INDONESIATIMES - Baru-baru ini penyampaian kritikan kepada pemerintah kembali menjadi perbincangan publik.  Itu lantaran masyarakat tanah air mempertanyakan apakah seorang yang menyampaikan kritikan tak akan membuat orang tersebut masuk penjara karena melanggar UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Perihal kritikan itu pun rupanya cukup menggelitik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melalui akun Twitter-nya @SBYudhoyono, ia mengungkapkan perumpamaan antara kritikan dan pujian.

Menurut SBY, obat itu terasa pahit. Namun, rasa pahit inilah yang justru bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit. "Jika obatnya tepat dan dosisnya juga tepat, akan membuat seseorang jadi sehat," cuitnya pada Sabtu malam (13/2/2021).

Kemudian,  SBY menyinggung gula  yang memang memiliki rasa manis. Namun jika terlalu banyak dikonsumsi, gula malah akan mendatangkan penyakit. "Gula itu rasanya manis, tetapi kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa mendatangkan penyakit," ungkapnya.

Kedua perumpamaan inilah, yang dalam cuitan lanjutan SBY, seakan menjadi perbandingan antara kritikan dan pujian. Kritikan itu tak berbeda jauh dengan obat. Kebanyakan orang yang menerima kritikan memang bisa mengalami “sakit”.

"Kritik itu laksana obat & yang dikritik bisa "sakit". Namun, kalau kritiknya benar & bahasanya tidak kasar, bisa mencegah kesalahan," kata SBY.

Sedangkan gula diibaratkan sebagai pujian atau sanjungan. Jika terlalu banyak dikonsumsi, bukan tidak mungkin justru menjadikan kegagalan.

"Sementara, pujian & sanjungan itu laksana gula. Jika berlebihan & hanya untuk menyenangkan, justru bisa menyebabkan kegagalan. *SBY*," pungkasnya.

 

 

Dari berita ini ditulis, cuitan SBY tersebut telah di,-retweet pengguna Twitter sebanyak lebih dari 1.500 orang, dan lebih dari 7 ribu likes.

Tidak diketahui cuitan SBY ini ditujukan secara khusus untuk siapa. Namun, baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah.

Kritikan itu dinilainya akan meningkatkan kinerja pemerintah dalam kualitas pelayanan publik. Jokowi berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.

"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi, dan pelayanan publik harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi saat berpidato pada  Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2).

Namun, dari imbauannya itu,  banyak tokoh yang mengaku takut menyampaikan kritik lantaran bisa mendapat serangan buzzer. Salah satunya ekonom Kwik Kian Gie yang mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah.

Kwik khawatir jika nantinya mengemukakan pendapat berbeda dengan rezim, akan langsung diserang buzzer di media sosial. 

Topik
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Joko Widodo Kwik Kian Gie

Berita Lainnya