Biasa Jadi Langganan Banjir Tiap Tahun, Kini Jakarta Malah Aman, Ini Alasannya | Madura TIMES

Biasa Jadi Langganan Banjir Tiap Tahun, Kini Jakarta Malah Aman, Ini Alasannya

Feb 05, 2021 16:15
Tugu Monas Jakarta (Foto:  NativeIndonesia.com)
Tugu Monas Jakarta (Foto: NativeIndonesia.com)

INDONESIATIMES- Sudah hal biasa jika DKI Jakarta mengalami banjir setiap tahun saat musim hujan. Namun tidak di awal tahun 2021 ini.  

Hal ini tentunya membuat banyak pihak bertanya-tanya. Lantas apa sebenarnya alasan Jakarta kali ini tidak mengalami banjir?  

Baca Juga : Perayaan Imlek di Kota Blitar Tanpa Barongsai dan Hiburan

Dilansir melalui channel YouTube Dapur Ngeh, pemilik video menunjukkan situasi Jakarta yang saat itu tengah dilanda hujan. "Jakarta hujan, mudah-mudahan baik-baik saja," ujar pemilik video.  

Tak lupa ia meminta doa agar semua dijauhkan dari musibah. Tampak kondisi jalanan yang normal di masa PSBB Jakarta.  

Meski dilanda hujan, tak ada penampakan banjir atau air yang menggenang di sudut jalan.  Terlihat pula situasi kota yang sepi tak sepenuh dari hari-hari biasa sebelum adanya covid-19. 

Image
Kondisi Jakarta saat diguyur hujan. Foto: YouTube Dapur Ngeh

Tampak pemilik video yang mengelilingi jalanan di sekitar Jalan Jendral Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat yang biasanya menjadi titik banjir. Namun, pemandangan berbeda terlihat di kawasan tersebut justru aman.

Situasi ini tentunya berbanding terbalik dengan beberapa wilayah yang saat ini diguyur hujan deras hingga mengakibatkan banjir. Diketahui, terdapat beberapa wilayah yang saat ini mengalami banjir seperti Bogor, Bandung, Kalimantan, Madura, Tanjungpinang, Demak Indramayu, Gresik , hingga Malang.

Padahal diketahui, tahun-tahun sebelumnya bisa dibilang Jakarta merupakan daerah yang menjadi langgaran banjir. Padahal, intensitas hujan di Jakarta sama dengan wilayah-wilayah lainnya.

Terkait hal ini, pengamat politik Refly Harun memberikan tanggapan. Tanggapan itu disampaikan Refly melalui video yang diunggah di channel YouTube Refly Harun.  

Dalam video itu Refly terdengar membaca berita-berita yang mengangkat kondisi aman dari Jakarta. Ia juga membaca ucapan dari warganet yang mengucap syukur karena aman dari banjir.  

Kendati demikian, Rafly juga mengungkapkan jika BMKG terus memberikan prediksi cuaca yang menyatakan  Jakarta masih akan terus diguyur hujan.  "Ya mudah-mudahan tidak ada banjir besar ya," harap Refly. Ia lantas mengatakan jika banjir besar di Jakarta terjadi pada Januari 2020.  

Lebih lanjut Refly mengatakan jika siapa pun yang menjadi gubernur dan presiden sangat penting untuk melakukan pendekatan lingkungan untuk mengatasi banjir. Refly juga mengusulkan kepada gubernur DKI agar membuat satu program tentang lingkungan.  

"Misalnya "perang melawan sampah" jadi bagaimana masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan," katanya. Namun, kata Refly perhatian masyarakat seperti itu masih kurang. 

Berkat situasi ini, Anies Baswedan pun mendapat pujian dari warganet.  

Baca Juga : 4 Desa di Jombang Dilanda Banjir akibat Tanggul Sungai Jebol, Ribuan Orang Terdampak

Bambang Srijanto: "​Alhamdulillah bung Anies hingga saat ini on the track,jangan terlena dengan pujian..Ayo bung Anies gelorakan Gerakan Wakaf Uang Tunai spt yg telah diserukan oleh pimpinan yang panacasialis..wkwkwkwk.."

LE HA MD: "​Pak Anes kren cerdas".

me: "​Maju terus Pak Anies, alhamdulillah..barakallah".

Mochammad Victor: "​Jakarta sdh tdk banjir dan macet lagi. trima kasih pak Anies".

AryoSigit Math​: "pak Anies maju terus biarin yg lain kejang2x".

Di sisi lain, Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna, mengungkapkan alasan Provinsi DKI Jakarta tidak mengalami banjir di awal tahun 2021 ini. Yayat mengatakan curah hujan pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat posisi banjir 2021 ini beda, hujannnya tidak ekstrem. Kalau 2020 ekstrem banget, sangat tinggi. Kalau sekarang walaupun hujan tidak terlalu tinggi dan merata dalam arti merata di Bogor hujan, di Jakarta hujan lautnya juga pasang. Kalau kondisi gitu beda dia, yang membuat kondisinya beda dengan 2021 dengan 2020," kata Yayat.

Ia juga mengatakan terdapat faktor durasi, dulu durasi hujannya panjang. Sehingga durasi yang panjang itu membuat volume air besar jutaan kubik dan di Bekasi itu terasa banjir semua, tanggul jebol, airnya tinggi-tinggi.

"Bayangkan dari malam tahun baru hampir 8 jam sampai pagi. Tahun ini tidak seperti itu, jangan sampai kayak itu," katanya. Pria yang akrab disapa Kang Yayat itu menuturkanjuga menyampaikan, jika hujan awal tahun ini seperti awal tahun sebelumnya maka banjir besar di Ibu Kota bisa saja terjadi.

 

Topik
Banjir Jakarta DKI Jakarta

Berita Lainnya