Rocky Gerung ke Moeldoko soal Kudeta Demokrat: Buka Aja Pak, Nanti Kepleset Sendiri! | Madura TIMES

Rocky Gerung ke Moeldoko soal Kudeta Demokrat: Buka Aja Pak, Nanti Kepleset Sendiri!

Feb 04, 2021 11:14
Rocky Gerung (Foto: Pikiran Rakyat)
Rocky Gerung (Foto: Pikiran Rakyat)

INDONESIATIMES- Pengamat politik Rocky Gerung  angkat bicara soal isu kudeta Partai Demokrat (PD) yang melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Hal itu disampaikannya melalui video yang diunggah di channel YouTube-nya, Rocky Gerung Official.  

Dalam video yang diberi judul "SIAP-SIAP! SBY AKAN BONGKAR FAKTA-FAKTA KUDETA MOELDOKO" itu, Rocky menilai saat ini pihak istana sedang berhati-hati untuk bicara soal pelemik ini. Pasalnya, bisa jadi tudingan kudeta itu menyangkut banyak pihak.  

Baca Juga : Polemik Isu Kudeta Demokrat Makin Panas, Moeldoko Kini Bawa-Bawa Nama Luhut Pandjaitan

 

Kendati demikian, Rocky ingin agar skandal ini dibuka luas guna mewujudkan demokrasi yang bermutu. "Publik tidak lagi menunggu apa yang dikatakan Partai Demokrat, tapi nunggu Jokowi mengucapkan sesuatu. Karena kerumitan politik kita kadang seolah presiden tak tahu, tapi Pak Moeldoko bereaksi cepat bilang 'jangan libatkan presiden. Artinya, psikologinya tahu presiden tahu ini," ujar Rocky.  

Bersama jurnalis senior Hersubeno Arief, Rocky mengatakan agar publik menuntut apa artinya jangan libatkan presiden seperti yang disampaikan Moeldoko. "Padahal Partai Demokrat kirim surat ke presiden karena KSP adalah kantor yang merawat isu publik dan kepentingan presiden. Ini tidak bisa dilepas dari konstelasi kekuasaan Istana," sambungnya.

Ia bahkan menyinggung kira-kira siapa dari pihak Istana yang akan berbicara ke publik terkait dugaan kudeta pada Partai Demokrat. Namun, pria 62 tahun itu mengatakan seharusnya Presiden Jokowi-lah yang harus buka suara.  

"Etis partai tanya ke presiden. AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) jangan dilihat sebagai orang baru. Dia resmi ketua Partai Demokrat. Ini yang harus dijawab presiden," paparnya. 

Berlanjut soal dugaan Moeldoko yang terseret kudeta ini, Rocky menuturkan kasusnya tak lagi ranah pribadi. Pasalnya, Rocky mengatakan KSP adalah telinga dan lidah presiden yang dibentuk untuk memback-up tugas-tugasnya.  

"Moeldoko bilang pribadi, ini gimana pribadi, ini dari awal dinyatakan KSP untuk mem-backup presiden. Kalau pribadi, untuk apa ke Istana. Kalau Anda bukan KSP, gak ada yang peduli. Gak bisa moel bilang ini pribadi," ucap Rocky.

"Ini terkait kedudukan dia. Skandal ini menyangkut Moeldoko sebagai KSP. Ambisi Moeldoko berpolitik, dia menabung koin politik di KSP. Dia menguasai informasi, jaringan karena kedudukannya tinggi," sambungnya.  

Baca Juga : Isu Reshuffle Kabinet Jokowi-Ma'ruf Kembali Berembus, Moeldoko Disebut Jadi Sasaran

 

Kepada Moeldoko, Rocky lantas mengingatkan agar cermat dalam membuat startegi. Pasalnya, seorang jenderal pun bisa kalah jika sudah tak terlatih membaca peta.  

Lebih lanjut, ia mengatakan Moeldoko seharusnya membuka selebar-lebarnya soal tudingan kudeta Partai Demokrat ini agar tidak kepleset di kemudian hari.

"Jenderal kalau sudah gak terlatih strateginya bisa salah baca peta. Moeldoko buka aja. Nanti malah makin banyak nikung-nikung, nanti kepleset sendiri karena Partai Demokrat tahu tikungan yang licin, bahkan licin hujan ditaruh oli pula," ungkap Rocky.

Video : SIAP-SIAP! SBY AKAN BONGKAR FAKTA-FAKTA KUDETA MOELDOKO!

Topik
Rocky Gerung moeldoko Agus harimurti yudhoyono kudeta demokrat Jokowi

Berita Lainnya