Abu Janda Klarifikasi Cuitannya Bukan untuk NU, Nyatanya Sedekah Laut Memang Diharamkan | Madura TIMES

Abu Janda Klarifikasi Cuitannya Bukan untuk NU, Nyatanya Sedekah Laut Memang Diharamkan

Feb 01, 2021 10:26
Abu Janda (Foto:  VIVA)
Abu Janda (Foto: VIVA)

INDONESIATIMES - Permadi Arya alias Abu Janda telah memberikan klarifikasi terkait cuitannya yang menyebut "Islam Arogan". Ia membuat video klarifikasi yang diunggah di channel YouTube Kompas TV pada Minggu (31/1/2021).

Dalam video tersebut, Abu Janda menyebut dirinya bagian dari warga Nahdlatul Ulama (NU) kultural.   "Saya bikin video ini untuk kiai-kiai, gus-gus, ustaz-ustaz, dan semua warga NU yang saya cintai. Nama saya Permadi Arya alias Abu Janda. Saya warga NU kultural, juga kaderisasi organisasi banom NU," ujarnya.  

Baca Juga : Apartemen Kembali Jadi Idola Tahun 2021, The Kalindra Pilihan Terbaik

 

Abu Janda lantas meminta izin untuk menjelaskan apa yang dimaksud dalam  cuitannya. "Izinkan saya menjelaskan kesalahan tulisan saya di Twitter," tambah Abu Janda.  

Dalam penjelasannya, Abu Janda menyebut cuitannya itu telah dipotong dengan menghilangkan konteks. Cuitan yang ia tulis itu merupakan balasannya untuk cuitan Tengku Zulkarnain.  "Komentar saya itu diviralkan dipotong, tanpa konteks itu seolah-olah pernyataan mandiri. Padahal itu adalah cuitan jawaban saya ke Ustaz Tengku Zulkarnain yang sedang provokasi SARA mengatakan minoritas di sini arogan ke mayoritas," papar Abu Janda.

Lalu Abu Janda mengatakan, karena hal itu, keluarlah kata arogan dalam tulisannya. "Karena saya menjawab tulisan Ustaz Tengku tadi yang mengatakan minoritas di sini arogan ke mayoritas," ucapnya.

Di sisi lain, Abu Janda membantah jika cuitannya itu dimaksudkan untuk ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU.  "Yang saya maksud adalah Islam transnasional seperti Salafi Wahabi, yang memang pertama dari Arab. Yang kedua memang mereka arogan ke budaya lokal, seperti mengharam-haramkan sedekah laut," jelasnya.

"Jadi bukan Islam Nusantara seperti NU dan Muhammadiyah. Yang saya maksud, Islam pendatang dari Arab, yakni Islam transnasional atau Salafi Wahabi. Bukan generalisasi semua Islam," tegas dia.

Terkait hal ini, Abu Janda pun lantas dipanggil ke Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan pada Senin (1/2/2021) hari ini. 

Video : Abu Janda Klarifikasi Soal Cuitannya Yang Menyebut Islam Arogan

Berhubungan dengan pernyataan Abu Janda soal cuitannya yang ditujukan kepada Salafi Wahabi yang mengharamkan sedekah laut, ternyata tradisi itu juga diharamkan oleh NU. Diketahui, NU telah membuat keputusan pada muktamar ke-5 terkait mengharamkan sedekah bumi dan laut.  

Baca Juga : Pelapor Abu Janda Ngaku Diteror dan Dituduh Pakai Narkoba, Akun Juga Di-hack

 

Dijelaskan oleh logika putusan hasil muktamar ke-5 di Pekalongan pada 13 Rabiuts Tsani 1349 H atau 7 September 1930 M lalu terkait perayaan untuk memperingati jin penjaga desa atau sedekah bumi. Dilansir melalui nu.or.id, dijelaskan oleh Ustaz Mahbub jika hal-hal tersebut haram dalam agama.  

Putusan ini juga dikenakan pada upacara sedekah laut.   “Kalau pun diputuskan haram, apakah deskripsi yang diangkat dalam muktamar ini terverifikasi (tahqiqul manath) pada kondisi dan situasi di lapangan. Kalau setelah diverifikasi unsur-unsur dalam putusan itu tidak terbukti, maka upacara sedekah bumi atau sedekah laut yang dimaksud dalam putusan muktamar berbeda dengan upacara adat di masyarakat. Karena berbeda, maka hukumnya tentu akan berbeda lagi,” katanya.  

Keoutusan Muktamar Ke-5 NU juga diunggah oleh akun Twitter  @kajianislam yang meminta Abu Janda untuk membaca isinya. “Abu janda mengklarifikasi kalo Islam arogan yg dia maksud adalah salafi wahabi, yg mengharamkan sedekah laut. Mungkin dia perlu baca hasil muktamar ini. Semoga abu janda ditangkap karena pernyataannya yg menyakiti umat Islam,” cuit akun itu. 

 

 

Topik
Abu Janda Muhammadiyah NU

Berita Lainnya