Angkat Perekonomian Warga, Poles Pantai Tlangoh Madura Jadi Destinasi Wisata | Madura TIMES

Angkat Perekonomian Warga, Poles Pantai Tlangoh Madura Jadi Destinasi Wisata

Jan 05, 2021 19:53
Tampak indah, suasana Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)
Tampak indah, suasana Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)

BANGKALANTIMES - Destinasi wisata di Kabupaten Bangkalan terus dikembangkan. Salah satunya wisata Pantai Tlangoh yang terletak di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Wisata pantai dengan pasir putih yang membentang sepanjang 2 kilometer  ini terlihat indah dan bersih. Tak hanya itu, Pantai Tlangoh juga dihiasi dengan beragam spot foto menarik. 

Baca Juga : Destinasi Wisata di Kabupaten Blitar Buka lagi, Pengelola Wajib Kantongi Rekomendasi

Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat mengatakan, Pantai Tlangoh juga dilengkapi dengan fasilitas untuk mandi bagi mereka yang berendam atau berenang serta toilet yang bersih.

Selain itu, pantai Tlangoh juga dilengkapi dengan puluhan payung peneduh, serta ada sekitar 30 warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.

Keberadaan 30 warung ini sebenarnya refleksi dari banyaknya wisatawan yang berkunjung. Khususnya di hari libur, wisatawan bergelombang datang dari pagi sekitar pukul 06.00 hingga pukul 22.00.

Selain memiliki wahana untuk foto selfie, Pantai Tlangoh juga dilengkapi dengan wahana permainan anak-anak mulai dari permainan air hingga sepeda motor pantai. "Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi kalau ibu dan bapak datang bersama anak-anaknya, disini anak-anak bebas bermain, sedangkan orang tua mengawasi dan sambil menikmati keindahan pantai," kata Kudrotul, Selasa (5/1/2021).

Selain itu, Kades Desa Tlangoh itu menuturkan, selain dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, juga sudah ada penjaga pantai. Petugas ini selain menjaga ketertiban di pantai, juga menjaga keselamatan pengunjung. "Menolong jika ada insiden misalnya," lanjut dia.

Selain menjaga ketertiban dan menjaga keselamatan warga, Kades Tlangoh juga berkeinginan untuk tetap menjaga Pantai Tlangoh dari perbuatan tidak senonoh. "Sehingga petugas itu nanti juga akan menjaga dari perbuatan tidak bagus, Boleh saja datang bawa pacar. Tapi jangan macam-macam. Kami punya petugas penjaga pantai yang mengawasi perilaku pengunjung," ungkap dia.

Kudrotul menambahkan, Pantai Tlangoh sebenarnya sudah terkenal sejak lama, sebab selama ini diyakini oleh warga Bangkalan dan sekitarnya memiliki khasiat menyembuhkan segala penyakit.

Jadi, jika mereka yang ingin sembuh dari sakit gatal-gatal hingga stroke biasanya berendam di bibir Pantai Tlangoh sejak pagi buta hingga matahari bersinar. Baru setelah itu boleh mandi air tawar.

Adapun sebelumnya, Pantai Tlangoh sangat kumuh dan dipenuhi oleh sampah. Namun pihaknya bersama pemuda Desa Tlangoh berinisiatif untuk menjadikan Pantai Tlangoh menjadi objek wisata. "Berangkat dari itulah kami di awal tahun 2020 mendiskusikan dengan teman-teman PHE WMO. Ternyata mendapat  sambutan, dan bahkan dukungan serta bimbingan," jelasnya dengan penuh antusias.

Dari dukungan PHE WMO (Pertamina Hulu Energi West aMadura Offshore), destinansi wisata akhirnya dibuka sekitar 7 bulan lalu, pada saat wabah Covid-19. Namun hal itu tidak menghalangi semangatnya dan para pemuda lainnya, untuk membangkitkan Desa Tlangoh.

"Ini berkat dukungan PHE WMO, perangkat desa serta anak-anak muda yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan," ujarnya.

Saat ini, dengan adanya destinasi wisata ini perekonomian warga mulai hidup. Setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini. Mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toiled, penjaga warung hingga pemilik warung.

“Kami masih menabung untuk menambah wahana foto selfie dan mengembangkan permainan laut seperti parasailing, banana boat dan sejenisnya," ungkap dia.

Baca Juga : Air Terjun Sumber Pitu, Destinasi Wisata Alami yang Berada di Kecamatan Tumpang

Sementara itu, General Manager PHE WMO Dwi Mandhiri mengatakan, memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan di Tlangoh.

Selain itu, melengkapi kebersilan PHE WMO saat mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan, Program Wisata Laut Labuhan, Eco Edufarming Bandangdaja. 4 program unggulan itulah yang mengantarkan PHE WMO meraih Proper Emas di tahun 2020 lalu.

"Program ini menitikberatkan pada sektor wisata melalui pengembangan pariwisata di pesisir utara Bangkalan, Jawa Timur dengan target mewujudkan One Belt One Road (OBOR) pariwisata setempat," katanya.

Proper Emas tahun diberikan pada  PHE WMO karena dinilai berhasil mengimplementasikan dengan baik kinerja lingkungan di internal perusahaan melalui upaya dan  inovasi-inovasi sektor sumber daya alam, serta kontribusi di eksternal perusahaan melalui payung program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan potensi alam di Bangkalan.

Menurut Dwi Mandhiri, selain fokus pada pengembangan pariwisata di Pantau Utara, PHE WMO selama 2020 juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk 199 siswa di Kecamatan Tanjungbumi, bantuan 3136 paket sembako untuk nelayan Desa Macajah, Tlangoh, Banyusangka dan Klampis Barat.

Selain itu juga membantu UMKM Desa Bandangdajah PIRT hasl bumi serta enyediaan usaha intslasi air isi ulang. Sementara bantuan pengembangan usaha nelayan di Desa Tlangoh dan Klampis  Barat berupa alat tangkap rajungan.

Untuk bantuan fisik, antara lain, diwujudkan lewat renovasi jalan rusak di Desa Alas Kembang dan Banyusangka. Salah satu program lainnya adalah penyediaan tempat sampah segregasi untuk mendukung program sekolah lingkungan.

"PHE WMO terus berupaya mengembangkan program yang memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan," lanjut Dwi.

Setelah keberhasilan itu, masih ada pantai lain yang menunggu sentuhan tangan dingin PHE WMO untuk didorong menjadi energi kebangkitan ekonomi dan kemandirian masyarakat pesisir Urara Madura. Diantaranya  adalah Pantai Pandela Lajing, Pantai Tengket Sepulu, dan Pantai Biru Telagabiru.

Posisi pantai-pantai itu sesuai dengan semangat PHE WMO  program OBOR (One Belt One Road) pariwisata Bangkalan. "PHE WMO yang selama ini telah menghasilkan energi untuk negeri melalui produksi minyak dan gas, ingin menjadi energi pemberdayaan ekonomi masyarakat Bangkalan," pungkasnya.

Topik
berita bangkalan Berita Madura pantai tlangoh

Berita Lainnya