Khofifah Instruksikan Setiap Daerah Buat Satgas Perkantoran Tangguh | Madura TIMES

Khofifah Instruksikan Setiap Daerah Buat Satgas Perkantoran Tangguh

Dec 16, 2020 15:29
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Seiring melonjaknya kasus covid-19 di Jawa Timur, mayoritas ditemui berasal dari klaster perkantoran.

Hal ini menjadi perhatian khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Saat dijumpai di sela-sela meresmikan RS Lapangan Idjen Boulevard Polkesma di Kota Malang, Rabu (16/12/2020), dia secara khusus menginstruksikan semua daerah untuk menyiapkan satgas perkantoran.

Baca Juga : Semua Tamu Kedinasan Pemkot Malang Sementara Ditangguhkan

"Sekarang klaster kantor. Artinya rupanya kita harus memperluas ketangguhan di kantor. Pak Wali Kota (Wali Kota Malang Sutiaji), Pak Bupati (Bupati Malang Sanusi), klaster kantor ini kemudian kalau awalnya OTG (orang tanpa gejala), maka akan berimbas pada klaster keluarga. Ini yang terjadi di sangat banyak daerah," ujarnya.

Karena itu, gubernur mengimbau bagi semua daerah untuk semakin waspada dan hati-hati dalam penanganan covid-19. Sebelumnya, menurut Khofifah, klaster pasar telah mampu diatasi dengan adanya pasar tangguh yang dinilai efektif menekan angka penyebaran kasus covid-19.

"Ketika kita melihat ini (klaster perkantoran) juga harus dijaga kehati-hatian bersama. Dulu awal ada klaster pasar, kita ada pasar tangguh. Saya rasa relawan di pasar sudah relatif membangun kesiapsiagaan secara komprehensif. Nah, sekarang harus mulai kita revitalisasi kembali, ketangguhan-ketangguhan di sektor perkantoran," imbuhnya.

Menurut dia, ketika dibentuk perkantoran tangguh, nantinya segala aktivitas protokol kesehatan pencegahan covid-19 bisa terpantau dan dimaksimalkan. Paling tidak, semua sarana prasarana penunjangnya dipastikan lengkap.

"Ketika kita beri titel tangguh, di situ ada relawan. Dan ketika relawan itu sudah dilatih, itu tahu tugasnya. Memastikan bahwa kalau kantor ada thermo gun, ada tempat cuci tangan yang relatif cukup, memastikan bahwa di kantor itu betul-betul dijamin ada jarak yang aman, menggunakan masker dan seterusnya," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan menteri sosial ini mengungkapkan satgas perkantoran ini nantinya juga akan memonitor kesiapan kantor dalam menghadapi adanya pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19.

Hal tersebut dianggap penting mengingat setiap orang yang bekerja di kantor dan berstatus OTG akan memungkinkan menularkan kepada keluarganya sehingga dikhawatirkan memunculkan klaster baru.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Pajak Daerah Surplus 17 Persen, Sumbang PAD Pemkab Malang Rp 249,7 M

"Lalu, penyemprotan disinfektan kalau misalnya sempat di-lockdown satu divisi, di-lockdown satu ruangan, atau satu lantai kita pastikan semua. Sehingga proses penyiapan kantor yang memungkinkan mereka pulang ke rumah menjadi klaster-klaster rumah itu relatif akan terantisipasi oleh kita semua," pungkasnya.

Sebagai informasi, di Kota Malang data Gugus Satgas Covid-19 hingga kemarin (Selasa, 15/12/2020) tercatat ada penambahan 89 pasien baru. Kini totalnya menjadi 2.834 orang terjangkit covid-19.

Dari jumlah tersebut, 271 orang dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 2.365 telah dinyatakan sembuh dan 198 orang masih dalam tahap pemantauan.

Penyumbang lonjakan kasus selama lebih dari sepekan ini disinyalir dari empat klaster. Yakni, klaster perkantoran yang banyak bersentuhan publik. Kemudian dunia pendidikan (perguruan tinggi), suspek rumah sakit yang naik status, serta transmisi lokal (pergerakan antardaerah).

Topik
Gubernur Jawa Timur Satgas Perkantoran Tangguh Khofifah Indar Parawansa

Berita Lainnya