Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang telah menyelimuti wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur seminggu terakhir. Kondisi tersebut bukan hanya menyebabkan banyak pohon tumbang di tepi jalan, tetapi juga telah menyebabkan genangan air di beberapa tempat. Bahkan terjadi banjir di Blega dan Arosbaya.
Sebelumnya Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron telah mengimbau kepada masyarakat agar waspada menghadapi cuaca ekstrim. Serta memerintahkan BPBD Kabupaten Bangkalan agar mempersiapkan segala kemungkinan.
Baca Juga : Kota Malang Diterpa Angin Kencang, Tagana Siaga Satu Sampai Maret 2021
Namun hal tersebut tak bisa dibendung, lantaran hujan seharian pada 9 November lalu sehingga sebabkan banjir di sejumlah daerah. Khususnya di Jalan Raya Pasar Blega, di sana tak pernah absen dalam setiap tahunnya mengalami banjir.
Terjadinya banjir di Kecamatan Blega dan Arosbaya sebetulnya hanya kiriman dari Kecamatan Kokop, Tanjung Bumi, Geger, Konang dan Galis. Kalau di Kecamatan hulu tersebut hujan lebat, meskipun Kecamatan Blega dan Arosbaya tidak hujan, maka sudah pasti akan mengalami banjir.
Akan tetapi, menurut pantauan BangkalanTIMES.com hingga saat ini, di dua kecamatan tersebut genangan air sudah mulai surut. Namun antisipasi banjir susulan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
"Kami saat ini sedang mengerahkan personel, peralatan, dan bantuan darurat penanggulangan bencana," ujar Ra Latif Bupati Bangkalan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/12/2020).
Selain itu, Ra Latif juga melakukan penyaluran nasi bungkus terhadap warga terdampak. "Kami juga melakukan penyiapan dapur umum lapangan agar masyarakat terdampak bisa bertahan hidup," imbuhnya.
Baca Juga : Enggan Berikan Salinan Data, Jaka Jatim Sengketakan Dinsos Bangkalan ke Komisi Informasi
Adapun upaya lanjutan yang akan dilakukan olehnya, yakni akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Provinsi Jawa Timur sebagai instansi yang berwenang penanganan sungai agar dilakukan normalisasi.
"Restorasi lahan kawasan hulu seperti di wilayah Kecamatan Kokop, Geger, dan konang. Serta normalisasi drainase pemukiman daerah rawan banjir," pungkasnya.
