Edhy Prabowo Resmi Tersangka, Jokowi Tunjuk Luhut sebagai Menteri KKP | Madura TIMES

Edhy Prabowo Resmi Tersangka, Jokowi Tunjuk Luhut sebagai Menteri KKP

Nov 26, 2020 08:37
Edhy Prabowo di gedung KPK. (Foto: Detik.com)
Edhy Prabowo di gedung KPK. (Foto: Detik.com)

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akhirnya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penerimaan suap urusan ekspor benih lobster.  

Edhy pun lantas menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto karena kesalahannya.  

Baca Juga : Korupsi TMC Libatkan Mantan Anggota Dewan Dinyatakan P21

"Saya minta maaf kepada Bapak Presiden. Saya telah mengkhianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal," ujar Edhy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Selain itu, Edhy meminta maaf kepada sang ibu. Dalam konferensi pers Kamis 26/11/2020) dini hari, Edhy mengaku kuat dan akan bertanggung jawab atas kesalahannya.  

"Saya mohon maaf kepada ibu saya yang saya yakin hari ini nonton di TV. Dalam usianya yang sudah sepuh ini, beliau tetap kuat. Saya masih kuat dan saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi," ujar Edhy.

Selain Edhy, KPK menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka.  "Setelah serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Berikut 7 tersangka yang ditetapkan KPK:

Sebagai penerima:

1. Edhy Prabowo (EP), menteri KKP

2. Safri (SAF), stafsus menteri KKP

3. Andreau Pribadi Misanta (APM), stafsus menteri KKP

4. Siswadi (SWD), pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK)

5. Ainul Faqih (AF), staf istri menteri KKP

6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:

7. Suharjito (SJT), direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP)

Sebelumnya, Edhy ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 01.23 WIB.  Saat itu dia baru saja tiba dari Amerika Serikat (AS).  

Baca Juga : Ada Ngabalin dalam OTT KPK Menteri Edhy Prabowo, KSP Beri Penjelasan Ini

Kini terkait pengganti Edhy sebagai menteri KKP, dikabarkan Jokowi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan.  Luhut sendiri menjabat menteri koordinator (menko) kemaritiman dan investasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg) Pratikno telah mengeluarkan surat penunjukan untuk mengisi kekosongan menteri KKP.  

Melansir melalui tayangan Kompas TV, ihwal penunjukan Luhut ini dibenarkan Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi.  

“Menko Luhut telah menerima surat dari mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap menteri KKP, maka Presiden (Jokowi) berkenan menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai menteri KKP Ad Interim,” kata Jodi.  

Hal ini tertuang pada Surat Edaran No: B-835/SJ/XI/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Perkantoran di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi KKP, maka menteri sekretaris negara telah mengeluarkan surat penunjukan menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi sebagai menteri kelautan dan perikanan ad interim," demikian petikan surat edaran tersebut.

 

Topik
Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan ekspor benih lobster Edhy Prabowo ditangkap KPK

Berita Lainnya