Jalan Penyambung Geger dan Sepulu Rusak Parah, Suyitno Janjikan 2021 Dapat Anggaran | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Jalan Penyambung Geger dan Sepulu Rusak Parah, Suyitno Janjikan 2021 Dapat Anggaran

Nov 05, 2020 18:58
Kendaraan roda empat melintas di akses jalan raya penghubung Kecamatan Geger dan Sepulu (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)
Kendaraan roda empat melintas di akses jalan raya penghubung Kecamatan Geger dan Sepulu (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)

Akses jalan raya penghubung Kecamatan Geger menuju Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura terkesan dibiarkan.

Menurut pantauan BangkalanTIMES, tampak kondisi jalan dipenuhi lumpur dan susah untuk dilalui oleh kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga : Hampir Rampung, Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Supit Urang Ditarget Operasi 2021

"Sebenarnya akses jalan itu masuk di prioritas Dana Alokasi Khusus (DAK) kalau tidak salah itu masuk prioritas nomor 3 di DAK 2021," ujar Suyitno Sekretaris Komisi C DPRD Bangkalan, Kamis (05/11).

Namun kenyataannya, setelah dia memanggil Bapedda dan PUPR DAK hanya mendapat Rp 8 Miliyar, dan lokasinya itu ada di Kecamatan Konang, Galis dan Modung. "Akses Geger Sepulu tidak dapat," ucap dia.

Sehingga, solusi dari Komisi C pihaknya menganggarkan di Dana Alokasi Umum (DAU) yang awalnya, Komisi C menganggarkan itu sekitar Rp 6 Miliyar melalui pengusulan DAK.

"Kemarin informasinya bagus, namun setelah turun ternyata tidak dapat," imbunya.

Sebelumnya dia juga sudah koordinasi, karena akses jalan itu masuk dalam skala prioritas, sebab akses jalan itu nyambung ke setiap kecamatan.

Tidak hanya itu, akses jalan itu juga merupakan prioritas bupati, namun penentuan anggarannya dia mengaku masih belum mengetahui, yang pasti kata dia tidak mungkin seperti DAK.

Sebelumnya, Suyitno mengaku, dia beserta dengan anggota dewan yang lain sudah melakukan survei di lokasi. Memang sekitar 2 kilometer sangat tidak layak dikatakan jalan kabupaten. "Karena memang jalannya sangat parah," tegasnya.

Untuk itu, Suyitno meminta bantuan konsultan untuk menghitung kebutuhan anggarannya dengan sintem aggregat.

"Karena itu kan sebetulnya di tahun 2016 jalan itu kan dapat, namun lapen dan akhirnya pecah lagi," sambung dia.

Maka dari itu, mulai tahun 2019 pihaknya sudah mulai melakukan dengan sistem aggregat, dengan ketebalan 30 centi meter lebarnya 4,5 meter.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Sampah, DLH Pemkab Blitar Tambah Armada Buldoser

Sehingga kata dia, kalau jalan itu mencapai 2 kilometer itu membutuhkan anggaran Rp 4,7 Miliyar.

"Oleh sebab itu, pihak dinas sudah menjamin itu akan dapat di tahun 2021 namun pihak dinas belum bisa menentukan akan dapat anggaran berapa," katanya.

Selain itu, Suyitno mengaku, saat ini bupati juga meminta bantuan dewan melalui pokok pikiran (Pokir) DPRD. Sehingga sebagian Pokir DPRD saat ini juga masuk ke jalan kabupaten. "Hal itu dilakukan karena kekuarangan anggran," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Guntur Setiyadi mengatakan, sebetulnya kalau akses kabupaten sudah menjadi prioritas nupati.

Namun dia mengaku saat ini masih keterbatasan dalam anggaran, karena terkena refokusing oleh adanya wabah virus corona.

"Jadi untuk saat ini saya masih belum bisa komentar lebih, karna itu masih masuk dalam pembahasan," ujarnya.

Sebelumnya, prioritas yang akan dibangun, kemarin sudah ada, namun pihaknya enggan memberi komentar karena khawatir nanti malah tidak sama dengan hasil pembahasan yang akan datang.

"Berhubung jalan kabupaten adalah prioritas bupati, maka kemungkinan besar tahun 2021 nanti akan dapat anggaran, karena itu sudah tercover semua," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Akses Jalan kabupaten Bangkalan

Berita Lainnya