Kartu Tani di Bangkalan Mangkrak, Bank BNI Madura Janji Selesaikan Bulan Ini | Madura TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Kartu Tani di Bangkalan Mangkrak, Bank BNI Madura Janji Selesaikan Bulan Ini

Nov 03, 2020 12:36
Kepala Pemasaran Bank BNI wilayah Madura, Hengky Hariadi (Foto/Redaksi BangkalanTIMES)
Kepala Pemasaran Bank BNI wilayah Madura, Hengky Hariadi (Foto/Redaksi BangkalanTIMES)

Memasuki musim tanam tahun 2020, nampaknya realisasi kartu tani di Kabupaten Bangkalan masih sangat minim. Padahal sudah 67 ribu petani yang terdaftar di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Menurut Kepala Pemasaran Bank BNI wilayah Madura Hengky Hariadi, saat ini dari 67 ribu petani yang mendapat kartu tani masih 16 ribu petani.

Baca Juga : Kelola Urban Farming Jadi Destinasi Wisata, Tim Pengmas HI Fisip UB Dampingi Warga Kembangkan Ecotourism

"Sebetulnya ada sekitar 43 ribu kartu tani yang sudah tercetak. Namun belum seluruhnya tersalurkan. Target kami dalam minggu ini akan kami salurkan," ujarnya saat ikuti rapat bersama Dinas Pertanian, Distributor Pupuk dan Komisi B DPRD Bangkalan, Senin (02/11/2020) kemarin.

"Sebanyak 43 ribu yang sudah tercetak kartunya, dan 24 ribu sesuai e-RDKK belum tercetak," ungkap Hengky.

Sejauh ini, Hengky masih belum mengetahui berapa jumlah petani yang sudah menebus pupuk subsidi. Karena sejauh ini petani masih menebus pupuk secara manual, disebabkankartu tani-nya belum selesai.

Hengky menyebutkan, saat ini pihaknya masih memerlukan validasi data lagi. Karena dia khawatir terjadi double subsidi. "Kami upayakan November ini semuanya rampung," tegasnya.

Adapun keperluan yang ia butuhkan, yakni tambahan data yang sesuai dengan SOP Perbankan. Namun dia mengaku terkendala dengan petani yang belum memahami itu.

Bahkan petani, kata dia, banyak yang mengeluhkan akibat dimintai data lagi. "Kami masih membutuhkan data pribadi, termasuk KTP, nama ibu kandung dan juga tanda tangan sebagai data aktivasi," katanya.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Rokib, mengatakan, jangan sampai petani di Bangkalan tidak terdaftar di data e-RDKK. Karena,  jika tidak terdaftar di data itu, petani akan kesulitan atau bahkan tidak bisa menikmati pupuk subsidi.

Untuk itu, Rokib mengimbau kepada Dinas Pertanian, penyuluh kecamatan dan seluruh instansi terkait agar lebih giat lagi dalam mensosialisasikan sistem baru ini.

Baca Juga : Libur Panjang, Sampah di Kota Malang Diprediksi Sama seperti Hari Biasa

"Tujuannya satu, agar masyarakat atau para petani bisa menikmati pupuk subsidi dari pemerintah," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia juga mengajak para petani untuk mendaftarkan dirinya kepada Kelompok Tani (Poktan) terdekat. "Karena kan itu kebutuhan petani sendiri," tambahnya.

"Cukup petani datang ke Poktan masing-masing, pasti akan dilayani. Kami sudah komitmen untuk tidak mempersulit itu selama tidak bertentangan dengan aturan yang ada," pungkasnya.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kartu Tani kartu tani mangkrak

Berita Lainnya