Ketua KPU Kabupaten Sumenep A. Warits saat ditemui di ruang kerjanya (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Ketua KPU Kabupaten Sumenep A. Warits saat ditemui di ruang kerjanya (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Dua pasangan calon dalam Pemilihan Umum Bupati (Pilbup) Sumenep 2020 akan memperebutkan 822.320 suara. Angka ini sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep.

Jumlah DPT ini meliputi pemilih perempuan dan laki. Rinciannya, pemilih perempuan sebanyak 433.686 jiwa dan pemilih laki-laki ada 388.634 jiwa. 

Baca Juga : Rekrutmen Pengawas TPS Berakhir, Dua Kecamatan Sepi Peminat

"Penetapan itu tidak ada tawar-menawar lagi. Karena juga DPT harus segera ditetapkan sebagai dasar untuk mencetak daftar jumlah surat suara," kata Ketua KPU Sumenep, A. Warits, Minggu (17/10/2020). 

Namun, kata Warits, yang sudah ditetapkan kemarin bukan menjadi paten. Sebab, bisa jadi orang yang memenuhi syarat itu tidak masuk DPT karena sebelumnya tidak memenuhi syarat. 

"Misalnya seperti TNI dan Polri pensiun sekarang itu di DPT tidak masuk, tetapi dia memenuhi syarat untuk memilih nanti, apabila dia ber-KTP-El di Sumenep," jelasnya. 

Disinggung soal penambahan data pemilih pemula pada Pilkada tahun ini, angkanya mencapai 3,8 persen dari total DPT. Dia menjelaskan, pemilih pemula berdasarkan DP4 yakni warga yang berumur 17 tahun pada tanggal 23 September. 

"Itu sudah include. Kita dapat tambahan pemilih pemula khususnya yang berumur 17 tahun sebanyak 3.145 pemilih pemula," imbuhnya. 

Baca Juga : Jumlah TPS Bertambah Jadi 1.798 Lokasi, Demi Tekan Penyebaran Covid-19 di Ngawi

Soal pemutakhiran data, lanjut dia, tidak akan pernah berhenti sampai hari H nanti, dalam pengertian jika ada orang yang memenuhi syarat dan tidak masuk di DPT yang sudah di tetapkan. Ataupun sebaliknya seperti orangnya yang sudah meninggal dunia. 

"Tidak boleh ada tambahan lagi tetapi bukan berarti tidak bisa memilih, karena nanti surat suara akan lebih, sekita 2,5 persen di setiap TPS, untuk menjaga kemungkinan takut ada penambahan yang sudah memenuhi syarat," pungkasnya.