Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi saat ditemui di kantor DPRD setempat (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi saat ditemui di kantor DPRD setempat (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep meminta pihak eksekutif agar benar-benar maksimal menggunakan APBD Perubahan tahun anggaran 2020 ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi menuturkan, institusinya mendorong Pemkab Sumenep lebih bekerja keras menyerap APBD Perubahan tahun 2020 ini. Sehingga, anggaran yang telah disetujui dapat terserap secara sempurna demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga : Dewan Desak Pemkot Malang Segera Tuntaskan Cucian Mobil Exit Tol Mapan

Menurut Indra, dari hasil rapat paripurna internal DPRD Sumenep perihal penyampaian hasil evaluasi gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan tahun 2020 ini, semuanya telah final.

"Ini salah satu cara semangat kami, baik dari TAPD, eksekutif dan legislatif untuk mempercepat proses realisasi program APBD Perubahan tahun 2020 itu," kata Indra, saat ditemui media ini, Kamis (15/10/2020).

"Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan sudah tuntas, tinggal bagaimana ikhtiar dan semangat kita supaya nanti di APBD Perubahan itu dilaksanakan benar-benar maksimal," sambungnya.

Sebetulnya, kata dia, proses Raperda APBD Perubahan tahun 2020 saat ini mengalami pelambatan dibandingkan dengan tahun lalu. Namun demikian, diharapkannya tidak berdampak pada realisasi agenda pengerjaannya.

"Jangan sampai kemudian seperti tahun lalu, dengan proses pembahasan cepat tapi banyak anggaran yang kendor. Seperti pencairan 70 persen masih tersisa 30 persen, ini yang tentunya menjadi catatan agar tahun ini cepat direalisasikan," ujarnya.

Karena itu, dia mendorong Pemkab Sumenep untuk secara masif dan maksimal menyiapkan sejumlah hal dari segi administrasi maupun teknis dalam rangka pemanfaatan anggaran perubahan secara total dan komprehensif (menyeluruh) hingga tuntas sempurna.

Baca Juga : DPRD Sesalkan Bupati Banyuwangi Tak Temui Massa Demo, Ini Kata Azwar Anas

"Harapannya teman-teman adalah meminta kepada eksekutif untuk bisa menjamin dan menggaransi proses pencairan itu tidak molor. Sebab sisa waktunya sekarang juga mepet," pintanya dengan tegas.

Melalui APBD Perubahan tahun 2020 itu, sambung Politisi Demokrat ini, direkomendasikan agar poin-poin penting yang saling berkaitan berkaitan, seperti kegiatan belanja modal dan lain sebagainya mampu dimaksimalkan.

"Mengacu dari evaluasi tahun sebelumnya, seperti kegiatan hibah dan program belanja modal yang sifatnya kontraktual CV banyak dari mereka tidak bisa dicairkan. Jadi, jangan sampai kemudian ada yang kendor," pungkasnya.