Sejumlah KPM PKH di Pamekasan saat menunjukkan kartu sejahtera. (Foto: Rozy, JatimTimes.com)
Sejumlah KPM PKH di Pamekasan saat menunjukkan kartu sejahtera. (Foto: Rozy, JatimTimes.com)

Kesadaran warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk tidak menerima bantuan karena sudah tidak layak patut diacungi jempol. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 230 keluarga Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, resmi mengundurkan diri.

Mereka mengundurkan diri karena menganggap sudah tidak layak lagi mendapat bantuan dari pemerintah. Kemudian berharap bantuan tersebut dapat disalurkan kepada keluarga yang lebih berhak

Baca Juga : Akhiri Nyawa di Pohon Kopi, Nenek 80 Tahun Asal Tulungagung Punya Riwayat Bunuh Diri

Hal itu diungkapkan oleh Hanafi selaku koordinator PKH Kabupaten Pamekasan, menurutnya, mereka mundur sebagai Keluarga Penerima Manfaat PKH dengan berbagai alasan. "Misalnya telah membaiknya kondisi perekonomian keluarganya,"katanya kepada JatimTimes.com, Senin (21/09/2020)

Menurutnya 230 KPM PKH yang mengundurkan diri terhitung sejak Januari 2020 hingga Agustus 2020 hari ini, dan data itu lebih menurun dari tahun 2019 lalu yang mencapai hingga 270 KPM. "Selisihnya sedikit saja, karena terkendala pandemi Covid-19," tambahnya.

Dikatakan Hanafi, banyaknya KPM PKH yang mengundurkan diri itu tidak lepas dari kerjasama semoa pihak terutama Pendamping sosial PKH disetiap kecamatan. "Ujung tombak suksesnya program ini ada di tangan pendamping," tutupnya.