Hasani Bin Zuber, Anggota Komisi VIII DPR-RI saat diwawancarai (foto/ redaksi Bangkalantimes.com)
Hasani Bin Zuber, Anggota Komisi VIII DPR-RI saat diwawancarai (foto/ redaksi Bangkalantimes.com)

BANGKALANTIMES - Penusukan Syekh Ali Jaber yang dilakukan oleh pemuda bernisial AA (24) beberapa waktu lalu membuat Anggota Komisi VIII DPR-RI Hasani Bin Zuber anggat bicara.

Politisi Partai Demokrat itu mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber. Tentu, atas kejadian itu, dia mengharap kehadiran pemerintah untuk selalu memberikan perlindungan dan pengamanan terhadap para dai atau penceramah. 

Baca Juga : PAD Merosot, Dewan Banyuwangi Minta Eksekutif Cari Terobosan

 

"Saya berharap negara hadir untuk kasus ini, dan kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya," ujarnya Hasani usai lakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula gedung Ma'had Ali Podok Pesantren Nurul Cholik Bangkalan. Jumat (18/09/2020).

Tentunya dia juga berharap, dari kasus yang menimpa Syekh Ali ini pihaknya menginginkan agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penyelidikan dan penyidikan, agar mampu menjawab kekhawatiran masyarakat. "Agar masyarakat tahu dan informasi yang beredar di masyaraakat tidak simpang siur," imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengajak kepada masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari pihak kepolisian. "Artinya, kita tetap mempercayakan ini kepada pihak kepolisian untuk diusut tuntas hingga ke akar-akarnya," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa. Namun setelah polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata tersangka berinisial AA (24) yang menusuk Syekh Ali Jaber, dipastikan dalam kondisi yang normal dan tidak mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga : Perjuangan Seorang Suami, 19 Tahun Rawat Istri dan Putrinya yang Lumpuh

 

Kesimpulan itu didapatkan setelah tim psikiater Pusdokes Polri memeriksa dan mengobservasi tersangka AA dalam sesi tanya jawab.